Pemerintah Australia Berikan Beasiswa Gratis bagi 300 Mahasiswa Indonesia

Pemerintah Australia melalui program Australia Awards memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari negara Indonesia.

Pemerintah Australia Berikan Beasiswa Gratis bagi 300 Mahasiswa Indonesia
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Mr. Richard Mathews 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Pemerintah Australia melalui program Australia Awards memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari negara Indonesia untuk belajar di tingkat sarjana strata 1 (S2) dan S3 dan juga belajar studi singkat.

Consul General Australia untuk Indonesia Timur di Makassar, Mr. Richard Mathews, menyampaikan itu kepada POS- KUPANG.COM seusai kegiatan pelatihan Fasdakom di Hotel Padadita Waingapu, Rabu (16/5/2018) sore.

Mr. Mathews mengatakan, terkait dengan beasiswa gratis tersebut Pemerintah Australia menawarkan 300 lebih mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di tingkat S2 dan S3 pada setiap tahun.

"Kami sangat berusaha agar mahasiswa dari Indonesia Timur lebih berhasil, karena kami akan memberikan tambahan pembelajaran bahasa Inggris dalam proses lamaranya," jelas Mr. Mathews.

Kata dia program pemberian beasiswa gratis kepada mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di Australia tersebut dengan kuota 300 an itu sejak dari kemerdekaan Indonesia.

Namun salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan beasiswa gratis bersekolah di Australia tersebut harus memiliki kemampuan menguasi bahasa Inggris minimal hasil testing dengan nilai minimal 5,5.

"Jadi testing ini mulai awal Februari sampai April setiap tahun begitu juga di tahun 2018 untuk membuka lamarannya, tetapi saya menganjurkan untuk mempersiapkan diri dengan baik dan belajar lamarannya mulai sekarang bagi yang berminat, karena proses lamaranya sangat kompetitif karena bayangkan dari 300 an itu tapi jumlah pelamarnya ribuan," katanya.

Ia juga mengatakan, selama dalam sekolah di jenjang S2 dan S3 tersebut bukan hanya biaya pendidikan yang gratis karena beasiswa saja, namun juga biaya hidupnya sepenuhnya ditanggung pemerintah Australia berupa tunjangan hidup.

"Bisa juga cari kerja sampingan bisa bekerja selama 20 jam selama seminggu, tapi tunjangan hidupnya cukup tidak perlu bekerja sampingan juga baik," kata Mathews. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved