Menteri Pariwisata Sebut Teror Bom Menyurutkan Kunjungan Wisatawan ke Indonesia

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, berharap serangan teror di Indonesia segera berakhir. Sebab, menyurutkan sektor pariwisata dalam negeri.

Menteri Pariwisata Sebut Teror Bom Menyurutkan Kunjungan Wisatawan ke  Indonesia
KOMPAS.COM
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, meresmikan Baobab Safari Resort and Convention di Taman Safari II Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (3/8/2017). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Menteri Pariwisata, Arief Yahya, berharap serangan teror di Indonesia segera berakhir. Sebab, kondisi tersebut menyurutkan sektor pariwisata dalam negeri.

"Kalau terus menerus seperti itu, tentu akan berdampak. Karenanya, kami berharap agar itu (aksi teror) segera diatasi," ujar Arief saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Diketahui, tahun 2018 ini, pemerintah menargetkan 17 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Mengenai target itu, Arief mengaku, belum dapat memastikan apakah kondisi Indonesia saat ini akan menghambat pencapaian target tersebut atau tidak. Sebab, tahun 2018 ini baru memasuki bulan ke lima dan situasi ke depan belum bisa diprediksi.

"Karena belum terjadi, susah memang," ujar Arief.

Meski demikian, pemerintah dihadapkan pada situasi yang sulit mengenai pencapaian target itu. Melihat bencana alam yang terjadi di Bali, beberapa waktu lalu saja, terjadi penurunan sekitar 1 juta wisatawan ke Pulau Dewata tersebut.

Memasuki bulan ke lima di tahun 2018 ini saja, pemerintah memandang sulit menjaga tingginya keterkunjungan wisatawan asing ke Bali.

"Kemarin waktu bencana alam Gunung Agung, itu saja sampai travel warning, penurunan angkanya sampai 1 juta. Januari 2018 itu recovery-nya baru 70 persen. Jadi memang itu akibatnya relatif besar (hilang) 1 juta wisatawan," ujar Arief.

Arief telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait menjaga angka wisatawan asing ke Indonesia.

"Kemenlu sudah mengajak duta-duta besar ke Bali. Konjen-Konjen itu diajak ke Bali dan di sana mereka mendapat penjelasan mengenai peningkatan keamanan kita. Itu sudah kami lakukan," ujar Arief.

Meski IHSG dan kurs rupiah terhadap dollar hanya sedikit terkoreksi, aksi teror tetap dikhawatirkan berimbas pada pariwisata. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved