Bom di Surabaya

Kisah Bu Wenny, Korban Bom Teroris yang Kehilangan 2 Putranya: Mama Telah Memaafkan Pelaku

Wenny, yang terbaring dan sesekali duduk di tempat tidur dari rumah sakit, menangisi dan menciumi darah dagingnya yang kini sudah terbujur kaku.

Kisah Bu Wenny, Korban Bom Teroris yang Kehilangan 2 Putranya: Mama Telah Memaafkan Pelaku
Facebook/Moses Agus Purwono
Bu Wenny, berada di antara jenazah kedua putranya meninggal akibat ledakan bom bunuh diri kelompok teroris di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel Surabaya, Minggu (13/5/2018). 

Mari mengampuni, mari bersama mewujudkan Indonesia damai.

Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati."

Dalam beberapa kesempatan, Wenny pun terlihat menangis sangat kencang, walau tetap berusaha tegar.

Badannya sama sekali tak terlihat lemas.

Ia kuat dan juga tabah mengusap pipi Evan sambil mencium wajah anaknya untuk terakhir kali.

Suaminya, Erry mendampingi dan beberapa kali terlihat mengusap tubuh Nathanael.

Meski terlihat berusaha tabah, namun seketika tangis pun kembali pecah di sekitar tempat Evan dan Nathan disemayamkan.

Ia masih tegas berbicara dan bahkan menyampaikan jika tak punya dendam dan memaafkan pelaku bom yang menewaskan kedua anaknya.

Wenny juga memberi pesan menyayat hati, "Sudah jangan menangis lagi, jangan suka marahin anak, nanti menyesal."

Melansir dari Surya, paman Evan dan Nathan, Jo Prajoko menceritakan saat pagi sebelum tragedi itu terjadi, dialah yang mengantar Evan, Nathan, Wenny, dan Evelin untuk beribadah di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Halaman
1234
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help