Keluarga Tidak Terima Pernyataan Pelaku yang Menyebut Korban Pembunuhan di Oepura Seorang PSK

Korban tidak seperti yang dikatakan oleh pelaku. Korban merupakan anak yang masih gadis dan bukan berprofesi seperti yang dikatakan pelaku.

Keluarga Tidak Terima Pernyataan Pelaku yang Menyebut Korban Pembunuhan di Oepura Seorang PSK
POS-KUPANG.COM/Ryan Nong
Tersangka pelaku pembunuha PSK, ES (64) warga Oelomi di Mapolsek Maulafa, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM l KUPANG – Keluarga korban pembunuhan di Kelurahan Oepura, Kota Kupang tidak terima pernyataan pelaku yang menyebut korban merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK), Selasa (15/5/2018) malam.

Melalui telepon kepada POS.KUPANG.COM, Selasa (15/5/2018) malam, Mikael Sine, mewakili pihak korban sekaligus om korban, menjelaskan pihak keluarga tidak terima dengan pernyataan pelaku yang disampaikan oleh Kapolsek Maulafa, Komisaris Polisi Margaritha R Sulabesi S.Sos pagi tadi.

Mikael menjelaskan, korban tidak seperti yang dikatakan oleh pelaku. Menurut Mikael, korban merupakan anak yang masih gadis dan bukan berprofesi seperti yang dikatakan pelaku.

Baca: BREAKING NEWS: KPK OTT Kepala Daerah di Bengkulu, Ini Kasus yang Disangkakan

“Anak kami masih gadis dan belum berkeluarga. Dia (korban) izin keluar rumah dan mau ke RS Bhayangkara Kupang untuk berobat,” kata Mikael.

Kapolsek Maulafa, Komisaris Polisi Margaritha R Sulabesi S.Sos mengatakan, keterangan tentang korban yang menyebutkan bahwa korban adalah PSK belum dapat dipastikan kebenarannya.

Baca: Sedih, Ayah Meghan Markle Batal Hadir, Ibunya yang Mendampingi Saat Pernikahan dengan Pangeran Harry

Menurut dia, korban bernama Debi berusia 26 tahun, tinggal di Namosain.

"Itu keterangan sepihak dari pelaku untuk meringankan posisinya karena saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari keluarganya, tempat dia pernah bekerja dan calon suaminya," tegas Margaritha.

Baca: Paket Tahun-Konay Sebut Insentif RW, RT dan Linmas Sebagai Bentuk Perbudakan Moderen

Menurut Margaritha, saat dimintai keterangan di Polsek Maulafa pada Selasa (15/5/2018) siang, pelaku mengaku sempat bertengkar dan berkelahi dengan korban sebelum melakukan pembunuhan. Kejadiannya sekitar jam 11.00 Wita hari Senin di dalam kamar kost miliknya. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help