Ini Tiga Tujuan Plan Indonesia Luncurkan Program Teknologi Inovasi Mata Kail

Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan ada tiga tujuan peluncuran program Mata Kail oleh Plan Indonesia.

Ini Tiga Tujuan Plan Indonesia Luncurkan Program Teknologi Inovasi Mata Kail
Biro Humas NTT
Launching Switch Asia II Project Plan Indonesia dan Uni Eropa oleh Asisten II Setda NTT, Alexander Sena, di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Rabu (16/5). Dari kiri, Delegation Cooperation Uni Eropa, Hans Farnhammers, Asisten II Setda NTT, Alexander Sena, Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti, dan Tobias Zehe (Program Specialist Plan German). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan, Switch Asia II diluncurkan dengan nama program Mata Kail (program Mari Kita Kreatif dan Arif agar Ikan Lestari). Program ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan (2018 - 2021).

Tujuannya, Pertama, meningkatkan peluang ekonomi anak muda, khususnya perempuan; Kedua, pengurangan dampak lingkungan dari pengolahan ikan; dan Ketiga, mengurangi masalah kekurangan gizi anak balita dengan memberikan konsumsi ikan.

Widiastuti melanjutkan, Uni Eropa telah memberikan dukungan dana sebesar 20 juta euro per tahun lewat berbagai program SDGs (Sustainable Development Goals) di Indonesia. Hingga saat ini Plan Indonesia telah menjangkau 21 kabupaten dan kota di Indonesia.

Sedangkan penerima manfaat dari program Switch Asia II di provinsi NTT, kata Widiastuti, untuk Kabupaten Lembata, sebanyak 132.174 pemuda, Nagekeo, 139.577 dan Sikka, 313.509 pemuda.

Penerim amanfaat dari program ini untuk masa waktu 36 bulan, yaitu Januari 2018 sampai Desember 2020). Ditargetkan 160 UMKM di NTT akan memperoleh teknologi inovasi pengolahan ikan.

Tobias Zehe (Program Specialist Plan German), menjelaskan, proyek yang didanai Uni Eropa, fokus pada produksi dari konsumsi berkelanjutan pengolahan ikan di NTT.

Plan German berterima kasih karena bisa memberikan dukungan pemberdayaan ekonomi kaum muda, terutama perempuan untuk meningkatkan partisipasi dalam sektor perikanan.

"Kami gembira dan percaya kerjasama kemitraan dengan pemerintah Indonesia adalah hal yang sangat penting. Kami harapkan kedepan kerjasama seperti ini dapat ditingkatkan lagi," tutur Tobias Zehe.

Delegation Cooperation Uni Eropa, Hans Farnhammers, mengharapkan dengan dilaunching proyek ini dapat berjalan baik.

Dia, senang karena proyek ini fokus pada sektor perikanan terutama dalam kegiatan promosi produksi dan konsumsi ikan secara berkelanjutan.(*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help