Hama Ini Serang Tanaman Kakao Milik Warga 6 Desa di Nangapanda

Hama Pengerek Buah (PBK) saat ini menyerang tanaman kakao milik warga 6 desa di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.

Hama Ini Serang Tanaman Kakao Milik Warga 6 Desa di Nangapanda
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Alfons Ao, warga Desa Zozorea 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM - ENDE - Hama Pengerek Buah (PBK) saat ini menyerang tanaman kakao milik warga 6 desa di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.

Akibatnya, warga terpaksa bermain kucing-kucingan dengan hama agar bisa memetik buah kakao.

Warga Desa Zozorea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Alfons Ao dan Heribertus Wawo mengatakan hal itu kepada POS- KUPANG.COM saat ditemui di Desa Zozorea, Rabu (15/5/2018).

Alfons mengatakan, hama PBK menyerang tanaman kakao milik warga masing-masing di Desa Embuzozo dan Tanazozo juga Rapowawo serta Uzuzozo dan Rapowawo serta Zozorea.

Akibat serangan hama PBK tersebut, ujar Alfons, warga tidak bisa memanen kakao secara maksimal karena terkesan warga hanya bisa memanen dari sisa-sisa hama PBK. Padahal tanaman kakao menjadi komoditas andalan warga.

Alfons mengatakan, meskipun masih terus dibayang-bayangi oleh penyakit namun warga masih tetap bertahan dengan kondisi yang ada. Bahkan ada warga yang memilih menjadi anggota koperasi yang ada di desa bernama Koperasi Serba Usaha (KSU) Tekat Bersatu.

Di koperasi tersebut warga bisa menjual biji kakao seharga Rp 36.500 perkilogram.

Alfons mengatakan bahwa tanaman kakao milik warga sejauh ini masih dibudidaya secara tradisional dengan sistem tumpang sari karena memang tidak ada lahan khusus untuk membudidaya tanamam kakao.

"Iya masih bercampur dengan tanaman kopi juga kelapa serta pisang atau system tumpang sari," kata Alfons.

Warga lainnya, Heribertus Wawo mengatakan, secara umum di Desa Zozorea dan 5 desa lainnya masih mengalami kesulitan infrastruktur berupa jalan raya sedangkan listrik dan air sudah mencukupi dan masalah lainnya adalah adanya serangan hama pada tanaman kakao yang dikenal dengan hama pengerek buah (PBK). (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help