Berkat Kepala Sekolah Ini, 60 Siswa yang Malas di Sumba Timur Kini Rajin ke Sekolah

SDI Wunga di Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur yang awalnya sangat memrihatinkan kini berubah setelah masuknya Program INOVASI

Berkat Kepala Sekolah Ini, 60 Siswa yang Malas di Sumba Timur Kini Rajin ke Sekolah
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Samuel Kopa Rihi sedang memberikan testimoni kepada para peserta Pelatihan Fasdakom 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sekolah Dasar Inpres Wunga di Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur yang awalnya sangat memrihatinkan kini berubah setelah masuknya Program INOVASI di sekolah tersebut.

Kepala sekolah SDI Wunga, Samuel Kopa Rihi, saat memberikan testimoni pada kegiatan Pelatihan Fasilitator Daerah Komunikasi (Fasdacom) di Aula Hotel Padadita Waingapu, Rabu (16/5/2018), mengatakan, SDI Wunga awalnya sebelum ia ditempatkan jadi kepsek di sekolah tersebut sekolah tersebut sangat terpencil dimana jarak dari Kota Waingapu menuju sekolah itu sekitar 70 kilometer.

Selain kondisi jalan yang cukup jauh dengan kondisi sekolah yang rusak juga letak sekolah tersebut di tengah padang sabana dan tidak memiliki air serta lingkungan sekolah dihiasi rumput liar.

"Air susah pak, kami setengah mati cari air apalagi letak sekolahnya di lokasi padang rumput," ungkapnya.

Samuel mengatakan, sementara kondisi kegiatan belajar mengajar juga kurang baik dimana kedisiplinan para siswa dan guru sangat kurang baik.

Ia mengatakan, dari 127 siswa yang belajar di sekolah tersebut terdapat sekitar 60 siswa yang sering bolos atau jarang masuk sekolah.
Sementara itu dari jumlah guru di sekolah itu sebanyak 9 orang juga ada guru yang jarang masuk sekolah.

Samuel juga mengatakan, apalagi Sarana dan prasana sekolah juga sangat kurang memadai.

Dikatakannya, sebelumnya setiap guru hanya menggunakan satu buku mata pelajaran untuk bahan mengajar.

Namun setelah Samuel menjadi Kepsek di sekolah tersebut ia membenahi segalanya, dimana bagi siswa yang malas masuk sekolah dijemput paksa oleh penjaga sekolah.

Selain itu, terkait kebresihan lingkungan sekolah ia juga melakukan rapat bersama dengan pihak komite dan masyarakat untuk sama-sama membersihkan.

Apalagi kata Samuel dengan kehadiran program INOVASI di sekolah tersebut, para guru mulai mengubah model mengajar dengan menggunakan pembelajaran aktif, menggunakan berbagai media pembelajaran yang bisa membuat siswa semakin terlibat dalam pembelajaran. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help