Sidang Kasus Pembangunan USB SMKN 2 Kupang Barat, Ahli Sebut Kerugian Rp 277 Juta Lebih

Sidang kali ini menghadirkan satu orang saksi ahli, yakni Ir. Joko Supermanto, MM dari Politeknik Negeri Kupang.

Sidang Kasus Pembangunan USB SMKN 2 Kupang Barat, Ahli Sebut Kerugian Rp 277 Juta Lebih
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
/Saksi ahli Ir. Joko Supermanto, MM saat diambil sumpah oleh hakim di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM I KUPANG -Sidang kasus korupsi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kupang Barat kembali digelar di Pengadilan Tindakan Pidana Korupsi Kupang, Selasa (15/5/2018).

Sidang kali ini menghadirkan satu orang saksi ahli, yakni Ir. Joko Supermanto, MM dari Politeknik Negeri Kupang.

Sidang itu juga menghadirkan terdakwa Yosafat A. Y. Pellu yang berperan sebagai kepala SMKN 2 Kupang Barat didampingi kuasa hukumnya Alexander Saba, S.H., M.Hum.

Dalam keterangannya, saksi ahli Joko mengatakan, ia bersama timnya turun dan memeriksa langsung ke SMKN 2 Kupang Barat. Dalam pemeriksaan ia berpedoman pada RAB yang dibuat.

Dari hasil pemeriksaan, kata Joko, perencanaan pembangunan proyek kurang matang. Selain itu, tambah Joko, konsultan pengawas tidak menjalankan tugasnya secara penuh.

"Waktu perencanaan tidak dilakukan survei karena penempatan bangunan tidak sesuai. Ada tanah yang labil, ada yang pindah tempat," kata Joko.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaannya, jelas Joko, ada plus ada minus dalam pembangunan ruang sekolah baru itu.

Jika disimpulkan, kata Joko, maka kekurangan pembangunan dari seluruh bangunan yang ada sebesar Rp 277.451.000.

"Itu total kekurangan dari semua bangunan yang ada," kata Joko menjawab pertanyaan Hakim Anggota Ali Muktaro.

Selain itu, tambah Joko, saat ia dan timnya melakukan pemeriksaan ada bangunan yang tidak dapat difungsikan seperti kamar WC, kamar mandi, dan kolam.

WC, kata Joko, tidak dapat digunakan karena miring, sedangkan kolam tanahnya labil akhirnya pecah-pecah.

"Waktu saya turun, belum bisa difungsikan, tapi saat ini saya tidak tahu apakah sudah difungsikan atau belum," jelas Joko.

Berdasarkan pantauan Pos-Kupang.com, sidang dengan agenda pemeriksaan ahli itu dipimpin oleh hakim Ketua Muhamad Soleh, hakim anggota yakni Gustaf Marpaung dan Ali Muktoro. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved