Sadis! Ibu Kandung Habisi Bayinya di Kamar Mandi

Kasus pembunuhan bayi oleh ibu kandung terjadi di Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Sadis! Ibu Kandung Habisi Bayinya di Kamar Mandi
ISTIMEWA
Pelaku pembunuhan bayi di Desa Arus, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayon

POS-KUPANG.COM | BABAU - Kasus pembunuhan bayi oleh ibu kandung terjadi di Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Ibu kandung bayi berjenis kelamin laki-laki, Beatrix Heo Dima (28) yang melahirkan anaknya pada, Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 16.00 Wita di kamar mandi, karena takut dan panik, tersangka menghabisi nyawa anak kandungnya dengan menutup hidung dan mulut sampai tidak bernapas.

Baca: Ini Jadwal Imsyakiah Lengkap. Bekal Buat Anda yang Hendak Menjalani Ibadah Puasa Ramadan

Baca: Muhammad Syarif Berkomitmen Menata Arsip Menjadi Lebih Baik

Baca: Jangan Lewatkan Live Streaming Sidang Isbat-Penentuan Awal Puasa di 4 Televisi Nasional 16.30 WIB

Kasat Reskrim Polres Kupang, IPTU Simson Amalo, S.H, dikonfirmasi POS- KUPANG.COM, Selasa (15/5/2018) membenarkan soal kejadian itu.
Simson menjelaskan krologi kejadian. Pada hari Minggu, 13 Mei 2018 sekitar pukul 16.00 Wita tersangka Beatrix merasa hendak melahirkan, sehingga terlapor masuk ke dalam kamar mandi.

Dalam posisi jongkok terlapor melahirkan seorang anak laki-laki dan saat melahirkan tersangka sempat mendengar suara dan karena tidak menahan sakit tersangka sempat pingsan.

Saat bangun terdengar suara tangisan bayi, karena takut kelahiran bayi diketahui orang lain, tersangka menutup hidung dan mulut bayi korban sambil mengedam mengeluarkan ari-ari dalam perut tersangka.

Baca: HUT ke-47 Kearsipan, Tetap Ceriah Walaupun Menteri PAN &RB; Tak Jadi Hadir

Baca: Briptu Dimas Indra, Polisi Tampan Korban Bom Polrestabes Surabaya. Begini Kondisi Terakhirnya.

Setelah ari-ari keluar tersangka melihat bayi sudah tidak bernapas dan terlapor memandikan bayi lalu membawa bayi ke dalam kamar, lalu menggunting ari-ari dan meletakkan bayi di dalam kamar, sedangkan ari-ari ditaruh di bawah tempat tidur.

Sekitar pukul 21.00 Wita tersangka menelpon pacarnya menyampaikan bahwa sudah melahirkan dan bayi dalam keadaan mati dan meminta bayi dikubur ditempat pacar terlapor.

Dalam kasus ini, tersangka dikenakan Pasal 76 c jo pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 uu ri no 17 thn 2016 ttg penetapan peraturan pemerintah nomor 1 thn 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 th 2002 tentang perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara pada ayat 4 ditambah 1/3 jika yang melakukan orangtua. (*)

Baca: Kamu Berzodiak Scorpio, Lihat Fakta-Fakta Mengejutkan Tentang Zodiak Ini

Baca: Ini Lima Aksi Dilakukan Pemkab Manggarai Mencegah Terorisme

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved