Mengaku Beras, Ternyata Gentong yang Dibawa Berisi Mayat

Daud Baitana (53), kerabat yang membantu membawa gentong plastik warna hijau dari kamar kos Grace Sukses di Sukun RT 09 RW 04 Kelurahan Oepura

Mengaku Beras, Ternyata Gentong yang Dibawa Berisi Mayat
POS-KUPANG.COM/Ryan Nong
Tersangka pelaku pembunuha PSK, ES (64) warga Oelomi di Mapolsek Maulafa, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Daud Baitana (53), kerabat yang membantu membawa gentong plastik warna hijau dari kamar kos Grace Sukses di Sukun RT 09 RW 04 Kelurahan Oepura, Kota Kupang, ke rumah Eduard Silana (ES) di Jalan H R Koroh Kilometer 10 Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, ternyata tidak menyangka kalau isinya adalah mayat.

Daud menjelaskan, pada Senin (14/5/2018) siang, ia diminta oleh Eduard untuk membantu memuat barang yang ada di kost yang baru ditempati sekitar tiga minggu itu, untuk dibawa ke rumah pribadinya pada malam hari.

Sekitar pukul 19.00 Wita, Daud dan Eduard mengambil barang yang dimaksud dengan menggunakan mobil pikap. Saat itu, Daud tidak lagi mempertanyakan isi gentong plastik warna hijau yang mau dimuat itu, karena sebelumnya ia telah diberitahu bahwa mereka akan mengambil beras.

"Waktu angkat gentong itu memang rasanya berat, tapi saya tidak tanya lagi karena siangnya bapa sudah bilang kalau mau ambil beras di kost," ujarnya saat ditanyai POS- KUPANG.COM di Mapolsek Maulafa, Selasa (15/5/2018).

Sesampainya di rumah, lanjut Daud, gentong itu mereka letakkan di ruang tamu, lalu ia kemudian langsung berpamitan untuk pulang.

Daud baru mengetahui bahwa telah terjadi pembunuhan oleh ES setelah polisi menjemputnya untuk dimintai keterangan pada Selasa siang.

Daud mengaku tidak menaruh curiga sama sekali terhadap pelaku. Pasalnya pelaku adalah orang yang sangat ia kenal dan sudah ia anggap seperti bapaknya sendiri. Ia juga tanggal di rumah lain milik pelaku yang berjarak tidak jauh dari tempat pelaku tinggal.

"Apalagi bapa juga seorang pendeta yang dipanggil tiap hari untuk melayani permintaan doa-doa, jadi saya tidak curiga sama sekali" katanya.

Kasus pembunuhan perempuan yang yang identitas lengkapnya belum diketahui itu, terungkap setelah pemilik kos, Grace Sukses, melaporkan dugaan terjadinya pembunuhan di kos miliknya ke Polsek Maulafa.

Pihak Polsek kemudian melakukan pengembangan dan menangkap ES di rumah miliknya di Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang.

Beberapa tetangga di sekitar rumah ES mengaku tidak percaya dan kaget ketika mendengar informasi ini saat aparat kepolisian mendatangi rumah ES untuk mengambil mayat yang telah dibuang di dalam sumur.

Pasalnya, ES yang mereka kenal merupakan sosok yang pendiam dan baik. Menurut keterangan mereka, ES sendiri merupakan seorang pensiunan guru yang saat ini menjadi pendeta Gereja Immanuel. Gereja yang ia dirikan sendiri.

Kehidupan pribadinya, ES memiliki tujuh orang anak dan sudah dikaruniai cucu. Bahkan, sang isteri, Adolfina Bailamu pada Senin siang baru saja berangkat ke Soe (Kabupaten TTS) untuk menemani anak bungsu mereka yang akan melahirkan.

Di rumah itu, menurut keterangan dari Daud dan beberapa tetangga yang tidak mau disebut namanya, pelaku tanggal bersama isteri, mama kecilnya, serta anak perempuan pertamanya bersama suami. Pada saat hari Senin (kemarin), beberapa tetangga mengaku jika rumah itu kelihatan sepi. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help