Polisi Tembak Warga Sumba Barat

Luka Tembak Poro Duka Berdiameter 0,5 Cm

Setelah melakukan otopsi terhadap jenazah Poro Duka (40), warga Sumba Barat, yang tewas ditembak polisi, Polda NTT merilis hasilnya.

Luka Tembak Poro Duka Berdiameter 0,5 Cm
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Kepala Sub Direktorat Penerangan Masyarakat, AKBP Antonia Pah, Komisioner Kepolisian Nasional RI, Andrea H Poeloengan,Pejabat Sementara Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian, dr. Eni Astuti dan Ketua Bidang Kedokteran dan Kesehatan, dr. Retnawan Pujiatmika saat menggelar jumpa pers di Polda NTT, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Setelah melakukan otopsi terhadap jenazah Poro Duka (40), warga Sumba Barat, yang tewas ditembak polisi 25 April 2018 silam, Polda NTT akhirnya melakukan rilis hasil otopsi tersebut.

Bertempat di lobi Gedung Polda NTT, Pejabat Sementara Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian, dr. Eni Astuti, menyebutkan pada bagian dada korban ditemukan luka terbuka berbentuk bulat dengan diameter 0,5 cm.

"Lukanya terletak 2,5 cm di bawah garis mendatar yang menghubungkan kedua puting susu. Jadi, lukanya lebih ke dada sebelah kanan," papar Eni saat gelar jumpa pers pada Selasa (15/5/2018).

Kepada awak media, Eni menambahkan, dari hasil otopsi yang dilakukan pada 27 April 2018 lalu itu, ditemukan luka yang melalui sebelah kiri tulang dada bagian bawah dan menembus kantung dan bilik kanan jantung.

"Pada kantung jantung ditemukan anak peluru karet berbentuk bulat lonjong, berwarna hitam dengan panjang 0,8 cm dan diameter 0,5 cm," jelas Eni.

Dari hasil otopsi ini, ia melanjutkan, dapat disimpulkan penyebab kematian Poro Duka adalah luka tembak peluru karet pada dada yang menembusi jantung.

"Anak peluru karet itu masih dilakukan uji balistik di Laboratorium Forensik," katanya. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help