Home »

Bisnis

» Mikro

Lembaga Pelatihan Kerja Kartika Beri Jaminan Keterampilan bagi Peserta Kursus Menjahit

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kartika Jasa memberi jaminan keterampilan bagi ibu-ibu atau kaum perempuan yang mengikuti kursus menjahit.

Lembaga Pelatihan Kerja Kartika Beri Jaminan Keterampilan bagi Peserta Kursus Menjahit
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIN
Para peserta kursus tengah menjalani praktik didampingi instruktur Ibu Kartini Gunawan (depan), Jumat (11/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Burin

KUPANG, POS-KUPANG.COM - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kartika Jasa yang beralamat di Jalan El Tari Nomor 6, Naikoten I Kupang atau berdampingan dengan Toko Dunia Mode, memberi jaminan keterampilan bagi ibu-ibu atau kaum perempuan yang mengikuti kursus menjahit.

Manajemen memberi kesempatan kepada peserta kursus bila sudah tamat namun ingin mendalami keterampilan.

Baca: Seleksi O2SN, Randi dan Iren Optimistis Raih Juara tingkat Kabupaten Nagekeo

Pimpinan LPK Kartika Jasa, Nyonya Kartini Gunawan mengatakan hal ini ketika ditemui Pos-Kupang.com di tempat usaha itu, Jumat (11/5/2018).

Nyonya Kartini mengatakan, sejak berdiri tahun 1979, lembaga ini telah menelurkan banyak output. Sudah ribuan peserta tamat dari "sekolah" ini bahkan sukses membangun usaha jahit-menjahit.

Nyonya Kartini menjelaskan, pada awalnya ia mengalami banyak kendala terutama tempat untuk kursus menjahit.

"Kadang saya door to door atau dari rumah ke rumah untuk memberi kursus," katanya.

Usaha ini, kata Nyonya Kartini, baru mendapat izin notaris tahun 2008 lalu. Pada tahun yang sama, kata dia, lembaga ini mendapat bantuan dana block grand dari Bagian PLS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Baca: Pendidikan dan Spiritualitas Polisi. Begini Seharusnya!

Saat itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dijabat oleh Ir. Marthen Luther Dira Tome (kini Bupati Sabu Raijua non aktif, red). Nyonya Kartini menyampaikan terima kasih kepada Marthen Luther Dira Tome yang telah mendorong sekaligus memberi bantuan pada usaha ini.

Kemudian kata dia, pada tahun 2011 LPK ini mendapat bantuan peralatan tata boga dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT. Karena itu ia juga membuka kursus masak-memasak selain tetap menjalankan kursus ini. Namun, peminat pada tata boga ini terus berkurang sehingga ia memutuskan untuk fokus pada kursus menjahit saja.

Ia mengatakan, LPK ini menerima kursus reguler bagi perorangan dengan biaya sendiri. Ada juga kursus yang dibiayai oleh pemerintah seperti dari Nakertrans Provinsi NTT yang saat ini telah "menitip" 10 orang. Mereka akan mengikuti pelatihan selama lima bulan.

Nyonya Kartini mengatakan, di LPK peserta diajarkan teknik mengukur, gambar pola, ubah pola, gunting, jahit sampai finishing. Ia juga tak pernah bosan mengajarkan anak buahnya. Ia juga menyadari betapa perubahan atau perkembangan mode tak pernah henti. Karena itu perlu pendasaran yang kuat agar ketika menemui mode baru, kaum ibu atau perempuan bisa menyesuaikan diri.

Untuk memperlancar usaha itu, Nyonya Kartini dibantu oleh tiga orang asisten yang merupakan jebolan dari lembaga ini. Salah seorang peserta kursus Nyonya Melva Kolin-Marpaung mengatakan, telah mengikuti pelatihan di LPK ini dengan baik. Sang instruktur pun memberi banyak ilmu dan keterampilan.

Baca: Kenali, 4 Sosok Heroik yang Berani Hadang Teroris Hingga Selamatkan Anak Kecil

Yang menarik, kata dia, instruktur Ibu Kartini selalu sabar dalam membimbing peserta hingga sukses. Peserta lain juga memberi testimoni yang sama. (*)

Penulis: Paul Burin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help