Ini Alasan dr Herman Sebut Gemuk Itu Cantik

dr Herman lebih pada mengajak para peserta sosialisasi untuk menggerakan badan atau berolahraga di pagi hari untuk menerapkan hidup sehat.

Ini Alasan dr Herman Sebut Gemuk Itu Cantik
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI TOHRI
Wakil Walikota Kupang membuka Sosialisasi Germas, di Gereja Kaisarea BTN-Kolhua, Selasa (15/5/2018). 

Laporan REPORTER POS KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Wakil Wlaikota Kupang, dr Herman Man membuka dengan resmi Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Gereja Kaisarea, BTN Kolhua, Selasa (15/5/2018).

Dalam sambutannya, dr Herman lebih pada mengajak para peserta sosialisasi untuk menggerakan badan atau berolahraga di pagi hari untuk menerapkan hidup sehat.

Ia juga melakukan audiens langsung dengan peserta sosialisasi terkait olahraga di pagi hari.

"Siapa mama-mama yang bangun pagi gerak badan? Lalu bangun pagi tangannya keram-keram?," tanyanya.
Pada sosialisasi ini perlu didengar manfaat gerak badan atau olahraga, agar tangan dan kaki jangan keram-keram

Ia mengatakan gerak badan itu penting dan atas nama Pemerintah Kota menyambut baik kegiatan ini. Karena semakin banyak yang datang ke kota Kupang untuk menjelaskan kesehatan maka semakin baik. Bapak/ibu bisa mendengar dan menerapkan hidup sehat.

Baca: Belum Ada Solusi Soal Tiang Listrik Pancang di Trotoar

Baca: Papalele Tenun Ikat Kuasai Tiga Gedung, Penjual dari Kampung Berteduh di Atap Langit

"Banyak bilang kota Kupang ini ada yang sehat dan tidak sehat. Ada yang banyak mati mendadak, karena penyakit jantung. Padahal itu harus gerak badan. Karena 30 persen penyakit yang tidak menular di kota Kupang dan NTT karena kurang gerak badan dan gemuk," tuturnya.

Kata dr Herman, gemuk itu cantik dan hoki tapi gemuk itu penyakit. Apalagi bapak-bapak.

"Saya berupaya mengurangi kebuncitan perut dan berupaya mengurangi makan nasi. Karena gemuknya laki-laki lebih bahaya dari gemuknya perempuan. Gemuk laki-laki seperti buah apel, sedangkan ibu-ibuk gemuknya seperti buah pir. Tapi yang lebih berbahaya yang apel karena semua di dalam gemuk, jantung gemuk, sehingga itu berbahaya," katanya.

Ia mengajaka warga kota Kupang untuk rajin berolahraga mininal tiga kali dalam seminggu.

Baca: Olahraga Tidak Cukup, Tapi Harus Ada Olah yang Lain, Apa Saja?

Baca: Pelawak Gogon Menghembuskan Nafas Terakhir di RS Lampung

Ia juga berpesan agar para ibu-ibu sepulang dari mengikuti sosialisasi untuk menyampaikan kepada suami agar berhenti merokok dan meminum minuman beralkohol.

Sosialisasi Germas ini merupakan Instruksi Presiden RI Nomor I Tahun 2017.

Hadir dalam Sosialisasi Germas, Anggota Komisi IX DPR RI, Yulianus Pote Leba, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Usrenbun SDMK Kementerian Kesehatan RI, Sugiharto, Kepala Dinas Kesehatan kota Kupang, dr Ari Wijana, Para Lurah, warga Kolhua, dan undangan lainnya.

Para peserta sosialisasi disuguhkan dengan berbagai materi oleh narasumber. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved