Delegatus Kitab Suci Regio Nusra Berkumpul di Labuan Bajo. Ada Apa Gerangan?

Keuskupan Ruteng sebagai tuan rumah dipimpin oleh ketua panitia sekaligus koordinator Puspas Keuskupan Ruteng

Delegatus Kitab Suci Regio Nusra Berkumpul di Labuan Bajo. Ada Apa Gerangan?
ISTIMEWA
Para peserta pertemuan delegatus kitab suci keuskupan Regio Nusra di Labuan Bajo, Manggarai Barat 14-18 Mei 2018. 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Para delegatus kitab suci keuskupan regio Nusa Tenggara (Nusra) berkumpul di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat 14-18 Mei 2018.

Mereka mengadakan pertemuan tahunan untuk menyusun bahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2018.

Romo Sipri Senda, Pr yang mengikuti pertemuan di Labuan Bajo tersebut melaporkan, peserta berasal dari delapan delegatus kitab suci keuskupan-keuskupan Regio Nusra yaitu Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua dan Keuskupan Weetebula.

Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng,  Mgr. Silvester San (tengah) memimpin ekaristi di Kapela Stella Maris Labuan Bajo, Senin (14/8/2018).
Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San (tengah) memimpin ekaristi di Kapela Stella Maris Labuan Bajo, Senin (14/8/2018). (ISTIMEWA)

Keuskupan Ruteng sebagai tuan rumah dipimpin oleh ketua panitia sekaligus koordinator Puspas Keuskupan Ruteng, Rm. Martin Chen. Tema pertemuan adalah Mewartakan Kabar Gembira di Tengah Kemajemukan.

Baca: Setiap Keuskupan Utus 70 Orang Ikut NYD di Kupang

Pertemuan dibuka dengan perayaan ekaristi dipimpin Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San di Kapela Stella Maris Labuan Bajo. Dalam kotbahnya, Mgr. San menyoroti dimensi kasih agape berbasis teks injil Yoh 15:9-17.

Uskup Silvester San mengatakan, dalam kasih agape ada kesediaan untuk mengorbankan diri bagi kebaikan orang yang dikasihi dan ada ketaatan pada yang dikasihi.

Uskup Denpasar ini menambahkan, Yesus telah menunjukkan teladan kasih agape itu. Para murid hendaknya mengikuti teladanNya. Kasih agape hendaknya menjiwai para murid Kristus agar mampu memberi kesaksian kasih di tengah kehidupan yang majemuk.

Romo Sipri Senda, Pr (kanan) dalam pertemuan delegatus kitab suci keuskupan Regio Nusra di Labuan Bajo.
Romo Sipri Senda, Pr (kanan) dalam pertemuan delegatus kitab suci keuskupan Regio Nusra di Labuan Bajo. (ISTIMEWA)

Penyusunan bahan BKSN 2018 konteks Regio Nusra mendapat masukan dari dua narasumber. Pertama Rm. Manfred Habur yang memberikan pencerahan mengenai pewartaan holistik: Mempertemukan teks dan konteks dalam dunia dewasa ini.

Baca: Hasil Identifikasi Kementerian Kominfo, Ada 1.000 Akun Media Sosial Muncul Pasca Bom Surabaya

Masukan kedua mengenai gagasan pendukung yang disusun oleh Rm. Indra Sanjaya, namun dipresentasikan oleh P. Yosef Masan Toron, SVD, Ketua LBI.

Bahan BKSN 2018 yang akan digunakan pada bulan September mendatang terdiri dari empat pertemuan mingguan dengan subtema masing-masing yang mengetengahkan situasi kemajemukan, bagaimana Kabar Gembira menyapa situasi kemajemukan itu. Minggu pertama, kabar gembira di tengah situasi kemiskinan.

Minggu kedua, kabar gembira di tengah situasi budaya. Minggu ketiga, kabar gembira di tengah perjumpaan dengan agama lain. Minggu keempat, kabar gembira di tengah perjumpaan dengan gereja-gereja lain.

Uskup San menyampaikan harapannya agar pertemuan ini menghasilkan bahan yang kontekstual dan menyapa umat beriman di Nusra. (*)

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved