Unik, Ini Modus yang Dipakai Kawanan Pencuri di Kabupaten Nagekeo

Kawanan pencuri babi di Kabupaten Nagekeo memiliki banyak cara untuk berhasil mendapatkan babi.

Unik, Ini Modus yang Dipakai Kawanan Pencuri di Kabupaten Nagekeo
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Tersangka pencurian babi (pakai borgol) saat masuk ke dalam mobil yang akan dihantar ke Bajawa, Minggu (13/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Kawanan pencuri babi di Kabupaten Nagekeo memiliki banyak cara untuk berhasil mendapatkan babi. Pencuri tidak hanya satu orang melainkan dua hingga lima orang bahkan lebih.

Baca: Cerita Jemaat Pasca Ledakan Bom di Gereja Katolik Santa Maria Surabaya

Modus yang mereka gunakan yaitu pada siang hari mereka memantau dari kampung ke kampung. Untuk memastikan ada babi atau tidak di wilayah yang menjadi target mereka.

Baca: Kesaksian Jemaat Pasca Ledakan di GKI Diponegoro Surabaya

"Siangnya memonitor lokasi mana yang menjadi sasarannya. Kemudian malam mereka akan berkumpul, kemudian mereka beraksi.

Tersangka pencurian babi (pakai borgol) saat masuk ke dalam mobil yang akan dihantar ke Bajawa, Minggu (13/5/2018).
Tersangka pencurian babi (pakai borgol) saat masuk ke dalam mobil yang akan dihantar ke Bajawa, Minggu (13/5/2018). (POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN)

"Otaknya" itu yang masih dalam pengejaran kami. Dia itu yang menyusun skenario pencuriaanya," ungkap Kapolsek Aesesa, AKP Ahmad, SH, saat ditemui di Kantor Polsek Aesesa Kota Mbay, Minggu (13/5/2018).

Baca: Dua Orang Tewas Akibat Ledakan Bom di Gereja Santa Maria Surabaya

Menurut AKP Ahmad, kawanan pencuri sudah beraksi sekitar tujuh kali. Mereka beraksi di wilayah Kabupaten Nagekeo.

"Menurut pengakuan mereka (pencuri) sudah beraksi enam hingga tujuh kali di wilayah Nagekeo, " ungkap AKP Ahmad.

AKP Ahmad menjelaskan modus lain yang pencuri babi lakukan adalah dengan merancang sepeda motor dengan menyimpan dua buah gentong dibagian belakang.

Itu bertujuan agar mengelabui orang. Supaya orang tidak menduga bahwa mereka pencuri.

Mereka seolah-olah seperti penjual ikan dan penjual lain yang menggunakan gentong di bagian belakang sepeda motor.

"Mereka membuat sedemikian rupa kendaraannya itu dari motor yang ada gentong disamping kiri-kanan. Kan itu juga ada penjual hewan lain tapi penjual lain itu penjual hewan resmi. Jadi mereka yang tidak resmi kemudian pakai gentong dan babi dimasukan dalam karunh terus dimasukan kedalam gentong supaya tidak kelihatan bahwa ada babi didalam gentong, " ungkap AKP Ahmad.

AKP Ahmad menjelaskan, lokasi yang biasa pencuri babi lakukan aksi adalah di Wolowae, Anakoli, Aeramo.

"Kami sedang dalam proses dan dalam waktu dekat berkas akan dilimpahkan ke kejaksaan. Kalau kasus pencurian akan diberi hukuman diatas lima tahun penjara, " ungkap Ahmad. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved