Disorientasi Program Satu Desa Satu PAUD

Pelaksanaan program ini diselenggarakan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD yang di beberapa

Disorientasi Program Satu Desa Satu PAUD
POS KUPANG/FERRY NDOEN
iustrasi 

Oleh: Felisitas Ndeot, M.Pd
Dosen pada Prodi Pendidikan Guru PAUD di STKIP Santu Paulus Ruteng

POS KUPANG.COM -- Sudah dua tahun, program satu desa satu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan sudah menjadi gerakan nasional untuk mencapai target penyediaan pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

Pelaksanaan program ini diselenggarakan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD yang di beberapa daerah di Indonesia masih berada di bawah rata-rata nasional.

Berdasarkan tujuan penyelenggaraan program ini, maka adanya PAUD di setiap desa merupakan hal yang sangat penting sehingga satu desa satu PAUD bukan hanya sekedar program wacana tetapi benar-benar negara dalam wujud pemerintah Daerah, baik Provinsi, Kabupaten/Kota, maupun desa hadir untuk PAUD dengan menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk mendirikan PAUD yang berkualitas di setiap desa.

Pentingnya PAUD

PAUD adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rancangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan anak usia dini sangat penting karena berdasarkan berbagai studi akademik maupun kajian empirik tentang anak usia dini, kualitas seseorang di usia selanjutnya sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan awal yang diperolehnya pada usia dini.

Para ahli neurosains menemukan bahwa sel-sel otak anak mencapai 100 miliar ketika lahir dan membutuhkan stimulasi yang tepat agar saling berhubungan.

Apabila kurang distimulasi maka sambungan-sambungan syarafnya akan mati dan menyebabkan anak kurang berkembang dengan baik sedangkan apabila distimulasi secara terus-menerus dan tepat maka sambungan-sambungan syarafnya akan semakin kuat dan permanen sehingga anak dapat berkembang secara optimal.

Senada dengan hal tersebut, penelitian di bidang neurosains yang dilakukan oleh Osbron, White, dan Bloom menemukan bahwa perkembangan intelektual anak pada usia 4 tahun mencapai 50%, pada usia 8 tahun mencapai 80%, pada usia 12 tahun mencapai 90%, dan pada usia 18 tahun perkembangan intelektual anak mencapai 100% atau telah mencapai perkembangan yang optimal.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help