Begini Cara Melawan Paham Radikal di Indonesia

Data yang sama menunjukan peningkatan paham konservatif keagamaan. Diketahui, 24 persen mahasiswa dan

Begini Cara Melawan Paham Radikal di Indonesia
http://jalandamai.org
Ilustrasi 

 Oleh: Lasarus Jehamat
Dosen Sosiologi FISIP Undana Kupang

POS KUPANG.COM -- Hasil penelitian Badan Inteligen Negara (BIN) menyebutkan, di tahun 2017, 39% mahasiswa terpapar paham radikal. Kepala BIN mengatakan hal itu langsung kepada mahasiswa dalam Kongres IV BEM PTNU se-Nusantara di Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Dari segi penyebaran, paham radikal tersebar di 15 provinsi di Indonesia. Karena itu, perhatian semua pihak harus berfokus pada proses deradikalisasi paham radikal tersebut. Terungkap tiga perguruan tinggi di Indonesia yang diidentifikasi menjadi basis penyebaran paham radikal.

Data yang sama menunjukan peningkatan paham konservatif keagamaan. Diketahui, 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam.

Data tersebut seakan memberitahukan bahwa radikalisme sungguh sangat mengkhawatirkan bagi bangsa ini minimal karena beberapa alasan berikut ini. Pertama, radikalisme justru menusuk jantung pertahanan bangsa ini ketika bisa menembus dinding generasi muda.

Kedua, paham radikalisme sudah mengganggu aspek pencerahan saat memengaruhi manusia rasional. Sebab, paham ini telah dipelajari tidak saja secara ilmiah tetapi bahkan menjadi alat destruktif untuk menghancurkan keutuhan bangsa. Keterlibatan seorang pemuda lulusan salah satu PTN yang terlibat dalam teror di Jakarta beberapa waktu lalu menjadi fakta krusial di sana.

Ketiga, ketika radikalisme masuk melalui pintu agama, emosi batiniah akan menggelora. Ini amat berbahaya sebab yang diganggu ialah sisi internal manusia rasional.

Di titik ini, pemikiran kaum post-sekularisme mendapat pembenaran. Bahwa beberapa elemen individu dan lembaga yang selama ini disingkirkan karena kerja modernitas dan kapitalisme seakan bangkit berdiri membela lembaganya itu.

Itulah alasan mengapa semua pihak di negara ini diminta bergandengan tangan menahan laju perkembangan paham radikal. Di alur logika yang sama, ketika mahasiswa terpapar paham radikal, usaha semua pihak agar radikalisme terkapar, wajib dan amat urgen.

Gejala Post-Sekularisme

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help