18 Kabupaten Siap Mengikuti Pesparani Tingkat Provinsi NTT. Daerah Mana yang Absen?

Dari kabupaten/kota hadir pengurus LPK3K Kabupaten Ngada, Sabu Raijua, Flores Timur, Alor, Lembata

18 Kabupaten Siap Mengikuti Pesparani Tingkat Provinsi NTT. Daerah Mana yang Absen?
POS KUPANG/DION DB PUTRA
Ketua Umum LP3KD NTT, Frans Salem bicara dalam raker LP3K membahas persiapan Pesparani tingkat Provinsi NTT di Aula I Kantor Kemenag Provinsi NTT, Jumat (11/5/2018). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Peserta dari 18 kabupaten dan kota siap mengikuti lomba Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lomba akan berlangsung di Kota Kupang 24-27 Mei 2018.

Sampai saat ini tinggal empat kabupaten yang belum memastikan mengirim peserta yaitu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dan Manggarai Barat (Mabar).

Hal ini terungkap dalam rapat kerja (raker) pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) Provinsi NTT bersama pengurus LP3K kabupaten/kota se-NTT dan panitia di aula I Kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Jl. Frans Seda Kupang, Jumat (11/5/2018).

Baca: PS Paroki Katedral Weetebula Juara Lomba Pesparani Tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya

Rapat itu dihadiri antara lain Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus, Ketua Umum LP3K Provinsi NTT, Frans Salem, Sekretaris Umum LP3K NTT, Yakobus Beda Kleden, Ketua Umum Panitia Pesparani tingkat Provinsi NTT, dr. Herman Man dan Ketua Panitia Pelaksana Pesparani tingkat Provinsi NTT tahun 2018, Sinun Petrus Manuk.

Ketua Umum Panitia Pesparani tingkat Provinsi NTT, dr. Herman Man bicara dalam rapat di Aula I Kantor Kemenag Provinsi NTT, Jumat (11/5/2018).
Ketua Umum Panitia Pesparani tingkat Provinsi NTT, dr. Herman Man bicara dalam rapat di Aula I Kantor Kemenag Provinsi NTT, Jumat (11/5/2018). (POS KUPANG/DION DB PUTRA)

Dari kabupaten/kota hadir pengurus LPK3K Kabupaten Ngada, Sabu Raijua, Flores Timur, Alor, Lembata, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Sikka, Sumba Barat, Rote Ndao, Ende, Sumba Barat Daya dan Belu.

Mengawali raker tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus mengharapkan Pesparani tingkat Provinsi NTT yang pertama kali diselenggarakan ini berjalan sukses. Sarman yakin panitia bekerja keras mempersiapkan segala sesuatu secara baik.

Baca: Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Kupang Sponsori Pesparani Pertama di Kota Kupang

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Umum LP3K NTT,Frans Salem. Mantan Sekda Provinsi NTT ini secara khusus mengutip kembali pesan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat menerima pengurus LP3K dua pekan lalu agar juri lomba Pesparani bertindak obyektif. "Juri harus obyektif agar tidak terjadi keributan. Kita percaya juri lomba ini adalah orang-orang yang profesional di bidangnya," kata Frans Salem.

Frans Salem juga mengajak peserta agar kedepankan semangat persaudaraan. Jauhkan semangat 'paksa diri' mengejar gelar juara karena itu bukan tujuan utama Pesparani. "Paksa diri mau juara dan menyalahkan juri harap dihindari," pintanya.

Frans Salem meminta setiap kabupaten dan kota memasang spanduk dan baliho mengenai Pesparani agar pesta ini sungguh menggema di seluruh penjuru Flobamora.

Ketua Pelaksana Panitia Pesparani tingkat Provinsi NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk bicara dalam rapat di Aula I Kantor Kemenag Provinsi NTT, Jumat (11/5/2018).
Ketua Pelaksana Panitia Pesparani tingkat Provinsi NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk bicara dalam rapat di Aula I Kantor Kemenag Provinsi NTT, Jumat (11/5/2018). (ISTIMEWA)

Ketua Umum Panitia, dr. Herman Man menggarisbawahi tiga poin penting yaitu lomba Pesparani mesti mempertahankan warna khas musik liturgi Katolik. Event ini tidak boleh mencederai semangat persaudaraan dan persekutuan umat Katolik.

Halaman
123
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help