Joni Dahoklory Bilang Jangan Malu Makan Kelor, Kenapa? Ini Alasannya

Kelor ini adalah tanaman yang cocok dikembangkan di NTT. Karena itu komoditi ini harus dikembangkan. Kita juga jangan malu kalau makan kelor.

Joni Dahoklory Bilang Jangan Malu Makan Kelor, Kenapa? Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Workshop tentang potensi kelor sebagai komoditi masa depan NTT, di Hotel T More, Kupang, Jumat (11/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kelor ini adalah tanaman yang cocok dikembangkan di NTT. Karena itu komoditi ini harus dikembangkan. Kita juga jangan malu kalau makan kelor.

Hal ini disampaikan Joni Dahoklory dari Biro Perekonomian Setda NTT pada acara Workshop tentang potensi kelor di NTT, di Hotel Tmore, Kupang, Jumat (11/5/2018).

Baca: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian NTT Siapkan Petani Malaka Olah Bawang Merah

Workshop ini merupakan kerja sama Pemprov NTT dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Moringa Project.

Start Up Workshop ini mengambil tema: "Potensi Kelor sebagai Komodoti Masa Depan NTT."

Baca: Bawaslu NTT Sarankan Perlu Ada Panelis Perempuan pada Debat Terakhir

Workshop ini dibuka oleh Karo Perekonomian Setda NTT, Dr. Keron Petrus. Dalam workshop ini ada juga pemaparan materi dari Biro Perekonomian Setda Provinsi NTT dengan materi skenario pembangunan bidang perekonomian NTT.

Dalam pemaparan oleh Joni Dahoklory dari Biro Perekonomian ini mengatakan, kelor merupakan salah satu komoditi yang cocok dikembangkan di NTT.

Menurut Dahoklory, arah kebijakan perekonomian Pemprov NTT. "Komitmen Pemprov NTT menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan di NTT dan juga untuk peningkatan perekonomian NTT," kata Dahoklory.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi NTT berbasis pada sektor pertanian.

Dia juga menjelaskan soal karakteristik NTT sebagai provinsi kepulauan dengan iklim delapan bulan kemarau atau kering dan empat bulan musim basah atau hujan.

"Jadi dengan iklim ini, tentu komoditi kelor sangat cocok dengan iklim ini. Karena itu, tidak salah kalau NTT juga harus jadikan kelor sebagai komoditi unggulan," katanya.

Sementara Hestin Klaas dari WVI selaku Team Leader NTT dalam pemaparannya menyampaikan soal komoditi kelor dari sisi pengembangan dan juga kandungan gizi dari kelor. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help