Kerusuhan di Rutan Mako Brimob

VIDEO: Briptu Wahyu Sempat Kirim Pesan WhatsApp kepada Ibunya Sebelum Disekap dan Tewas

Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas merupakan salah satu dari lima personel Densus 88 antiteror yang gugur saat kerusuhan di Mako Brimob.

POS-KUPANG.COM - Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas merupakan salah satu dari lima personel Densus 88 antiteror yang gugur saat kerusuhan di Mako Brimob.

Dilansir Tribun Video dari Kompas.com, jenazah korban disemayamkan di Dusun Kebayemen RT 2 RW 2 Desa Kamulyan, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018).

Sang Ibunda, Surati (53) mengaku sangat terpukul dengan kepergian putra bungsunya tersebut.

"Terakhir Whatsapp saya tanggal 5 April, ngucapin selamat ulang tahun. Dia cerita kalau seneng ditempatkan di Mabes Polri," katanya.

Sementara ayah korban Serma (purn) Pudjiono (60) mengungkapkan bahwa Wahyu merupakan sosok yang pendiam semasa hidupnya.

Terakir Wahyu pulang ke rumah pada Maret lalu, dirinya tidak pernah bicara kepada orang tuanya akan bergabung dengan Densus 88.

Dia, kata Pudjiono, hanya bilang akan ditugaskan di Mabes Polri. "Ternyata selama ini Wahyu ikut seleksi Densus 88, dari 500 peserta se-Indonesia, hanya diambil enam orang," katanya.

Sahabat korban, Meydika Candra Aji juga sangat berduka dengan kepergian Wahyu.

Teman sekelas saat masih di SMAN 1 Gombong itu ungkapkan dirinya terakhir bertukar pesan Whatsapp dengan korban sesaat sebelum aksi penyekapan terjadi pada Selasa (8/5/2018).

Selama korban bertugas, hampir setiap hari dirinya menemani korban begadang, ngobrol mulai dari soal karir hingga asmara.

"Wahyu lagi proses pendekatan dengan adik kelas waktu SMA," kata Meydika yang saat ini tengah menjalani masa studi di STT Telkom Purwokerto.

Lihat videonya di atas! (*)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved