Pendapatan Tukang Sol Sepatu Ini Sebulan Ternyata Lebih Besar dari Pegawai Kantoran, Mau Tahu?

Hendrik Kudji (31), seorang tukang sol sepatu di Jalan Durian, Kelurahan Naikoten 1, meraup untung lebih dari Rp 3 juta dari hasil sol sepatu.

Pendapatan Tukang Sol Sepatu Ini Sebulan Ternyata Lebih Besar dari Pegawai Kantoran, Mau Tahu?
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Hendrik Kudji (32) terlihat serius menjahit sebuah sepatu dari pelanggannya, Kamia (10/5/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hendrik Kudji (31), seorang tukang sol sepatu di Jalan Durian, Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, mengatakan, dalam satu bulan ia dapat meraup untung lebih dari Rp 3 juta dari hasil sol sepatu.

Baca: Setelah Launching Festival 3 Gunung di Kemenbudpar di Jakarta, Disbudpar Lembata Benahi Destinasi

"Biasanya satu hari dapat Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, kadang Rp 50 ribu, itu yang paling sepi kakak sayang," ungkapnya saat ditemui, Kamis (10/5/2018) siang.

Hendrik mengaku sudah lebih dari lima tahun menggeluti profesi sebagai tukang sol sepatu di Kota Kupang.

Baca: Duh! Bau tak Sedap Tercium dari Belakang Kampus Akper Kupang. Ternyata Ini Penyebabnya

"Beta (saya) dulu dua tahun ikut kerja sol sepatu dengan orang Jawa, sekarang sudah usaha sendiri," tambah Hendrik.

Pria yang pernah mengenyam bangku perkuliahan sampai semester lima tapi mesti pupus harapannya menjadi sarjana karena keterbatasan ekonomi ini mengaku, tidak malu dengan pekerjaan yang digelutinya. "Mau kerja apalagi, intinya kerja yang halal, jangan minta-minta, malu kakak," katanya.

Baca: Menjual Bawang Ternyata tak Semulus yang Dipikirkan. Mau Tau? Baca Kisah Ngardiyanto Ini

Hasil usaha Hendrik ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Kupang dan istri serta dua orang anaknya yang berdomisili di Kabupaten Sabu Raijua, NTT

Ia mempunyai cara unik untuk mengirimkan uang kepada istrinya, setiap hari ia akan mengirimkan pulsa telepon seluler kepada istrinya untuk dijual kembali oleh istrinya di Kabupaten Sabu Raijua.

"Saya kirim pulsa saja ke istri, nanti istri jual pulsa baru ambil uangnya," ungap Hendrik.

Hendrik mengaku, dia mampu membuat sepatu dengan bahan baku kain tenun daerah. Biasanya ia akan membuat satu sepatu itu berdasarkan pesanan pelanggan.

"Beta (saya) kerja dengan hati-hati, biasanya sampai dua minggu," kata Hendrik.

Pantauan POS-KUPANG.COM, sepanjang jalan durian terdapat beberapa tukang sol sepatu yang sibuk mennjahit sepatu dan sendal dari pelanggan. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help