Home »

Sport

» MotoGP

Sudah Hilang Kesabaran, Valentino Rossi Kembali Beri Peringatan Keras kepada Yamaha. Begini Isinya!

Saat balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, Valentino Rossi hanya mampu finis di urutan kelima.

Sudah Hilang Kesabaran, Valentino Rossi Kembali Beri Peringatan Keras kepada Yamaha. Begini Isinya!
AFP PHOTO/JOSEP LAGO
JOSEP LAGO/AFP PHOTO Pebalap Movistar Yamaha MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, menunggu di paddock saat sesi latihan bebas GP Catalunya di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo, Sabtu (10/6/2017). 

POS-KUPANG.COM - Pebalap tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, kembali memberi peringatan kepada Yamaha.

Hal ini tak lepas dari hasil yang didapat Valentino Rossi saat balapan seri keempat musim ini, GP Spanyol, Minggu (6/5/2018).

Saat balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, Valentino Rossi hanya mampu finis di urutan kelima.

Hasil finis urutan kelima juga terbantu Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa yang terjatuh pada lap ke-18.

Rossi sudah terlihat jengah dengan sikap Yamaha yang belum mampu membangun motor kompetitif untuknya demi bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

"Saya suka bekerja dengan Yamaha, saya percaya Yamaha, dan di masa-masa sulit ini. Saya mencoba menemukan kata-kata untuk memotivasi mereka," kata Valentino Rossi dikutip BolaSport.com dari Paddock-GP.

"Bukan dengan tes di Jerez (7/5/2018) bahwa kami akan membuat perbedaan. Namun, beberapa balapan berikutnya akan menjadi sangat penting," ujar Rossi seusai tes resmi di Sirkuit Jerez.

Sudah sejak tes pramusim MotoGP 2018 Rossi menuntut Yamaha untuk mengatasi masalah elektronika yang selama ini menjadi wabah penyakit Yamaha.

Seperti diketahui, Rossi menuntut Yamaha untuk mendatangkan insinyur elektronika yang berpengalaman dengan ECU produksi Magneti Marelli, namun Yamaha tidak mengabulkannya.

Rossi mengatakan bahwa dia tidak memiliki waktu untuk mengejar gelar kesepuluhnya karena tinggal beberapa tahun saja bisa bertahan di MotoGP.

Halaman
123
Editor: Djuwariah Wonga
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help