Miris! Tak Punya Tenda, Penjual Garam di Oebelo Duduk di Bawah Terik Matahari.

Garam yang ia jual, dimasukan ke dalam anyaman daun lontar berbentuk tabung setinggi kira-kira 15 sentimeter dan dijual dengan harga Rp 10 ribu

Miris! Tak Punya Tenda, Penjual Garam di Oebelo Duduk di Bawah Terik Matahari.
pos kupang.com, lexy manafe
Sarci Masneno saat berjualan garam di Oebelo, Senin (7/5/2018 

Laporan POS-KUPANG.COM, Lexy Manafe

POS-KUPAMG.COM|KUPANG-Tak kenal Lelah dan tak juga kalah oleh teriknya panas matahari di siang itu.

Sarci Mesak-Masneno, duduk di samping rak garamnya sambil menunggu datangnya pembeli di pinggir jalan di Oebelo, kecamatan Kupang Tengah, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (7/5/2018).

Hali itu ia lakukan karena di tempat ia berjualan garam memang tak ada tempat ia berteduh. Tak ada pohon maupun tenda yang dapat ia gunakan untuk berteduh.

Wanita berumur 58 tahun ini mengaku mulai berjualan dari pukul 7 pagi hingga pukul 8 malam.

Garam yang ia jual, dimasukan ke dalam anyaman daun lontar berbentuk tabung setinggi kira-kira 15 sentimeter dan dijual dengan harga Rp 10 ribu.

Tak banyak hasil yang ia dapat dari jasil berjualan garam.

Seharinya, ia mengaku hanya mendapatkan Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Bahkan terkadang tak ada pembeli yang membeli dagangannya.

Meski berpenghasilan rendah, ia pernah bercita-cita untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke tingkat universitas. Ia berharap agar nasib anaknya tidak sama seperti orangtua mereka yang hanya seorang penjual.

Namun apa mau dikata, pengahasilannya serta suami tak cukup untuk mewujudkan mimpi mereka itu.

Halaman
12
Penulis: Lexy Manafe
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved