Festival 3 Gunung

Anggaran Meningkat, Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Lembata Meningkat

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengatakan, trend kunjungan wisatawan ke daerah itu memperlihatkan grafik yang meningkat dari tahun ke tahun.

Anggaran Meningkat, Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Lembata Meningkat
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Bupati Lembata dan Wakil Bupati Lembata foto bersama para pejabat di sela acara launching Festival 3 Gunung di Jakarta, Senin (7//5/2018). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengatakan, trend kunjungan wisatawan ke daerah itu memperlihatkan grafik yang meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2016, misalnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lembata tercatat sebanyak 6.000-an orang.

Setahun kemudian, tepatnya tahun 2017, jumlah pengunjung sudah melonjak mencapai lebih dari 10 ribu wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.

Pada tahun 2016 lalu, lanjut dia, saat pemerintah daerah itu mengalami masa transisi, perhatian kepada dunia pariwisata praktis tidak optimal. Alokasi dana untuk leading sector itu hanya Rp 25 juta saja.

Akan tetapi, katanya, saat ia memimpin kembali kabupaten itu periode kedua masa kepemimpinannya lima tahun ke depan (2017-2022), pihaknya menggelontorkan dana yang cukup besar untuk sektor tersebut.

Bahkan, lanjut dia, saat ini pihaknya telah menyiapkan kalender tetap pariwisata untuk tahun 2019 mendatang. Pada tahun tersebut, pariwisata Lembata akan dimulai awal tahun dan berakhir pada penghujung tahun berjalan.

Ia juga secara khusus meminta Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) untuk membantu Kabupaten Lembata dengan mengalokasikan dana APBN untuk pembangunan fasilitas kepariwisataan di daerah tersebut.

“Kami minta Kemenbudpar agar membantu Lembata dengan mengalokasikan dana dari APBN. Dana yang dialokasikan itu akan digunakan untuk membangun fasilitas kepariwisataan di daerah itu,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lembata, lanjut dia, akan segera membangun kolam renang apung pertama di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolam apung itu akan dibangun di Pulau Awololong yang oleh orang Lembata disebut sebagai Pulau Siput.

Pada kolam apung tersebut, katanya, para pengunjung akan berenang bersama ikan-ikan di laut.  Sebab kolam tersebut akan dibangun di laut Pulau Siput yang letaknya di bagian tengah Teluk Lewoleba.

“Kalau kolam ini sudah selesai dibangun, maka itu akan menjadi satu-satunya kolam apung di NTT. Ini juga tentunya menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Lembata,” ujarnya.

Berkisah tentang potensi pariwisata Lembata, lanjut dia, sepertinya tak akan habis-habisnya. Sebab daerah itu memiliki kekayaan alam yang tiada duanya. Di gunung ada, di pesisir pantai ada, di bawah laut pun ada. Itu belum termasuk seni budaya dan lainnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help