Festival Tiga Gunung

Gunung di Lembata Minum Coca Cola? Mau Tahu Namanya, Ayo Datang ke Lembata

Kalimat ini diungkapkan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur ketika memberikan sambutan saat Launching Festival 3 Gunung

Gunung di Lembata Minum Coca Cola? Mau Tahu Namanya, Ayo Datang ke Lembata
Net
Gunung Batu Tara di Lembata 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - “Di Indonesia bahkan di seluruh penjuru dunia ini tidak ada gunung yang minum Coca Cola.  Tapi di Kabupaten Lembata, ada satu gunung yang bisa minum Coca cola. Itu namanya gunung Ile Werung. Untuk menyaksikan gunung minum Coca Cola, silakan datang ke Lembata.”

Kalimat ini diungkapkan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur ketika memberikan sambutan saat Launching Festival 3 Gunung di Aula Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Senin (7/5/2018).

Saat Bupati Sunur mengungkapkan Ile Werung minum Coca Cola, semua undangan yang hadir pada acara tersebut spontan melepas tawa sambil memberikan aplaus meriah. Mereka tertawa mendengar Bupati Sunur melucu saat itu.

Dia mengatakan, tiga gunung yang menjadi roh atas pelaksanaan festival tersebut memiliki keunikan masing-masing. Gunung api Batutara, misalnya, meletus setiap 20 menit. Uniknya, adalah letusan gunung berapi aktif itu dapat disaksikan dari jarak sangat dekat, yakni 50 meter dari kawah gunung tersebut.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday (kanan) bersama Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur (kiri) di Lewoleba.
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday (kanan) bersama Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur (kiri) di Lewoleba. (POS KUPANG/FRANS KROWIN)

Hal lainnya adalah ketika wisatawan menyaksikan aktivitas gunung berapi itu, mereka juga dapat menyaksikan para nelayan asal Kedang menangkap ikan tuna dengan cara bermain layang-layang.

“Jadi, para nelayan itu memancing ikan dengan cara bermain layang-layang. Cara unik itu hanya ada di Lembata dan menjadi satu-satunya di Indonesia,” ujar Bupati Sunur.

Saat itu ia sempat mengurai sekilas soal kiat nelayan Kedang menangkap ikan tuna. Jadi tali pancing diikat pada layang-layang dan ujung tali pancing itu diikat umpan yang dibuat dari kayu.

Ketika layang-layang ditarik, dengan sendirinya umpan pun melompat-lompat. Pada saat yang sama, ikan lumba-lumba mengejar bayangan layang-layang sementara ikan tuna mengejar umpan tersebut.

Cara menangkap ikan ini memang unik, tapi itu ada dan hanya dilakukan oleh nelayan Lembata. Artinya, selain menangkap ikan tuna, wisatawan juga akan menyaksikan ikan lumba-lumba menari-nari di permukaan laut.

Sementara gunung api Ile Lewotolok memiliki kawah yang luas dan di dalam kawah itu wisatawan bisa bertanding sepak bola. Ile Lewotolok merupakan gunung api aktif, tetapi pada kawah itu wisatawan bisa bermain sepak bola.

Sedangkan Ile Werung, juga gunung api yang letaknya di Kecamatan Atadei. Gunung ini memiliki kawah yang sangat indah dan dikelilingi oleh panorama alam yang sungguh menakjubkan.

Sebelum menyaksikan keberadaan gunung itu, wisatawan bisa menikmati atraksi hadok, yakni tinju tradisional khas Atadei.

“Jadi melalui festival ini semua kekayaan orisinil yang dimiliki masyarakat Lembata dieksplorasi.

“Tinju hadok itu terancam hilang kalau tidak dilestarikan. Untuk itulah melalui festival ini semua kekayaan budaya masa lalu akan dipertontonkan kepada masyarakat. Sudah saatnya kekayaan di Lembata itu diperkenalkan kepada seluruh dunia,” ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help