Menara Gereja Jangan Dibiarkan Kosong, Program GEMAGE Terus Dihidupkan

Apalagi kalau membiarkan gereja kosong karena ketidakhadiran umat dalam gereja. Menara gereja saat ini, katanya, ada dimana-mana tapi orangnya tidak

Menara Gereja Jangan Dibiarkan Kosong, Program GEMAGE Terus Dihidupkan
pos kupang.com, edy hayong
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki bersama undangan lainnya ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pastori Mata Jemaat Ebenheiser Nitapekok, Desa Oehendak, Klasis Sulamu, Minggu (6/5/2018) 

POS KUPANG.COM, SULAMU - Bupati Kupang, Dr. Ayub Titu Eki mendukung deklarasi gerakan masuk gereja (GEMAGE) bagi kaum bapak bukan saja di Klasis Sulamu tetapi di seluruh Klasis di Kabupaten Kupang.

Gerakan ini harus terus dihidupkan karena saat ini dimana-mana ditemukan begitu banyak menara gereja, jangan sampai gereja dibiarkan kosong. Kaum bapak harus menjadi motivator dalam keluarga untuk menggerakan anggota keluarga untuk rajin masuk gereja.

Titu Eki menyampaikan hal ini pada Deklarasi GEGAME di Mata Jemaat Ebenheiser Nitapekok, Desa Oehendak, Klasis Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Minggu (6/5/2018).

Hadir, Ketua Majelis Klasus Sulamu, Ketua Majelis Jemaat, kelompok kaum Bapak GMIT Sinode serta ratusan undangan lainnya.

Titu Eki mengungkapkan, kemajuan dari GMIT sekarang tidak bisa dipandang enteng dan ini harus tetap dipertahankan. Dengan kemajuan yang luar biasa sekarang ini tentu kedepan beragam ancaman tentu patut diwaspadai oleh seluruh jemaat.

Apalagi kalau membiarkan gereja kosong karena ketidakhadiran umat di dalam gereja. Menara gereja saat ini, katanya, ada dimana-mana tapi orangnya tidak kelihatan entah kemana dan kondisi ini jangan terus dibiarkan karena bisa saja jemaat lambat laun akan pindah kemana-mana.

"Kaum Bapak mari bergerak bersama-sama. Ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni kualitas dan pendampingan. Tingkatkan semangat pelayanan untuk mengenal kebenaran. Sekarang ini orang darimana-mana mau investasikan modal di Kabupaten Kupang. Tentu banyak hal yang akan bermunculan terutama pembangunan ekonomi akan meningkat.

Tapi saya minta para jemaat juga terus meningkatkan kadar keimanan. Terus merefleksi kehidupan menggereja. Kita pertahankan jemaat.

Jangan sampai karena jarang masuk gereja lalu disentuh dengan sentuhan lain maka bisa jalan kemana-mana dan ini tidak boleh terjadi. Saya minta pengurus Klasis dan GMIT coba lakukan diskusi dengan pola pendekatan ekonomi pada jemaat," katanya.

Dirinya meminta perlu dihidupkan diskusi pelayanan. Dimana ada gereja perlu ada kebun gereja supaya bisa mendukung kebutuhan ekonomi gereja itu sendiri.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help