PLN Ruteng dan Ende Berkoordinasi Terkait Pemasangan Jaringan Watu Ata dan Kedeng. Ini Bentuknya.

Selain Watu Ata dan Kedeng, kampung yang belum dilayani listrik yaitu Mera dan Lewan.

PLN Ruteng dan Ende Berkoordinasi Terkait Pemasangan Jaringan Watu Ata dan Kedeng. Ini Bentuknya.
pos kupang.com, aris ninu
Pemandangan di Kota Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | BORONG- PLN Ruteng segera berkoordinasi dengan PLN area Ende, berkaitan pemasangan jaringan listrik di Kampung Watu Ata dan Kedeng, Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Manajer PLN Ruteng, I Made Danu, mengatakan itu saat dikonfirmasi poskupang.com terkait keluhan Kepala Desa Golo Tolang tentang kepastian pemasangan jaringan PLN di dua kampung itu, seperti yang diberitakan sebelumnya.

"Saya nanti coba cek ke Ende untuk kelanjutan jaringan ke dusun tersebut. Petugas PLN dari Lembur sudah melakukan survey dan gambar, kemudian diteruskan ke PLN area untuk ditindak lanjuti. Untuk realisasi survey dan gambar tersebut kami menunggu informasi dari area," kata Danu.

Sedangkan terkait tiang listrik yang sudah diturunkan di dua kampung itu tetapi diangkut kembali, dia mengakui bahwa hal itu merupakan kesalahan rekanan atau vendor.

"Penurunan tiang tersebut bukan dibatalkan namun murni kesalahan pengedropan material dari vendor pelaksana," kata Danu.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah tiang listrik yang sudah diturunkan untuk memasang jaringan listrik di Kampung Watu Ata dan Kedeng Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), beberapa waktu lalu, malah diangkut lagi oleh PLN tanpa ada alasan yang jelas.

Kepala Desa (Kades) Golo Tolang, Fabianus Tangging mengatakan bahwa warganya sedang menanti kepastian dari pihak PLN untuk memasang jaringan. Disampaikannya bahwa ada beberapa kampung di desa itu yang sudah dilayani jaringan listrik namun sebagian besar kampung lainnya belum.

Selain Watu Ata dan Kedeng, kampung yang belum dilayani listrik yaitu Mera dan Lewan.

"Setelah survei oleh PLN tahun 2017 lalu, mereka datang turunkan tiang-tiang listrik dari Watu Ata sampai Kedeng. Tetapi ternyata beberapa lama kemudian PLN datang lagi mengambil dan mengangkut lagi tiang-tiang tersebut.

Sampai sekarang belum ada kejelasan, kapan PLN memasang jaringan listrik di kampung itu," kata Fabianus kepada poskupang.com, Rabu (2/5/2018).

Disampaikannya, sekitar Januari 2018 lalu petugas PLN datang lagi mengukur jarak dari Watu Ata sampai Kedeng tetapi hingga saat ini tidak ada kemajuan berarti.

Sementara itu pepohonan milik petani, khususnya di Watu Ata sudah ditebang demi dilewati oleh jaringan listrik.
Warga di dua kampung itu kata dia, masih menanti kepastian dari pihak PLN.(*)

Baca: Umbul-Umbul Bank NTT Semarakan MTQ 2018. Ini Lima lokasi Tempat Penyelenggaraan

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help