Ditanya Penanganan Kasus Beras di Desa Golo Lajang, Begini Jawaban Kasi Pidsus Kejari Labuan Bajo

Kejari Labuan Bajo sedang mengumpulkan barang bukti kasus dugaan penyelewengan Beras Keluarga Miskin pada OPK-CBP di Desa Golo Lajang

Ditanya Penanganan Kasus Beras di Desa Golo Lajang, Begini Jawaban Kasi Pidsus Kejari Labuan Bajo
POS-KUPANG.COM/SERVATINUS MAMMILIANUS
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuan Bajo. Gambar diambil, Kamis (3/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuan Bajo sedang mengumpulkan barang bukti kasus dugaan penyelewengan Beras Keluarga Miskin pada Operasi Pasar Khusus Cadangan Beras Pemerintah (OPK-CBP) di Desa Golo Lajang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Baca: Di TTS, Nilai UNBK Teori Kejuruan Anjlok, Apa Penyebabnya?

Kasus tersebut ditangani Kejari Labuan Bajo sejak tahun 2017 namun hingga awal Mei 2018 tidak ada kemajuan berarti.

"Kasus di Golo Lajang itu masih dalam penyelidikan. Kami belum bisa ekspos banyak hal terkait penanganannya. Pada prinsipnya kami tetap tindaklanjuti, bukan hanya Golo Lajang tetapi semua kasus. Kami tetap jalan sesuai koridor dan sekarang masih kumpul barang bukti," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Labuan Bajo, Salesius Guntur, S.H kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).

Baca: Aksi Coret Seragam di Betun Ternyata Ada yang Kreatif. Seorang Siswa Menulis di Bajunya Seperti Ini

Menurutnya, Kejari Labuan Bajo terus menjalani penanganan kasus tersebut. Diberitakan sebelumnya, tokoh masyarakat di Desa Golo Lajang, merasa kecewa dengan Kejari Labuan Bajo yang menangani kasus tersebut.

Baca: Ada Potensi Lahan 49.000 Ha, Tapi Belum Ada yang Lirik Sumba untuk Investasi Garam. Ini Penyebabnya

Pasalnya, pada Januari 2017 mereka melapor kasus tersebut ke Kejari Labuan Bajo. Lalu pada Februari 2017 itu, kejaksaan ke desa mereka merespon laporan itu. Karena merasa belum ada perkembangan berarti, utusan warga kembali mendatangi Kejari Labuan Bajo pada Februari 2018.

Saat itu kejaksaan berjanji untuk segera menyelesaikan kasus tersebut tetapi ternyata hingga kini masih jalan di tempat. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help