Kopi Arabika Manggarai Dapat HAKI, Bupati Kamelus Deno Bertekad Sejahterakan Petani Kopi

Pemkab Manggarai berkeinginan agar mengumpulkan semua pelaku kopi di daerah ini guna duduk bersama membahas pemasaran kopi arabika

Kopi Arabika Manggarai Dapat HAKI, Bupati Kamelus Deno Bertekad Sejahterakan Petani Kopi
ISTIMEWA
Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus, S.H, M.H dan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Dula pose bersama usai mendapat sertifikat atas kopi Arabika Manggarai Raya di Istana Wapres RI. 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM | RUTENG - Setelah kopi Arabika Manggarai Raya mendapat hak kekayaan intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM RI berupa sertifikat induk geografis (SIG), maka Pemkab Manggarai bertekad agar kehidupan petani kopi di Manggarai sejahtera. 

Pemkab Manggarai berkeinginan agar mengumpulkan semua pelaku kopi di daerah ini guna duduk bersama membahas pemasaran kopi arabika Manggarai sampai ke dunia luar.

Tekad Pemkab Manggarai ini didasari keinginan agar upaya petani kopi Manggarai yang telah berkreasi dan berjuang hingga pemerintah memberikan HAKI atas kopi arabika Manggarai dengan skor 86.

Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus, S.H, M.H kepada Pos-Kupang.com di Ruteng, Selasa (1/5/2018) pagi, menjelaskan, pada tanggal 25 Maret 2018 lalu dirinya bersama Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula dan Bupati Manggarai Timur (Matim), Drs.Yoseph Tote menerima sertifikat dari Kemenkumham RI berupa HAKI atas kopi Arabika.

“Penghargaan berupa sertifikat tersebut diterima oleh Staf Ahli Gubernur NTT disaksikan oleh tiga bupati di Manggarai Raya. Sertifikat itu diserahkan langsung Menteri Hukum dan HAM RI di Istana Wapres RI dan disaksikan Wapres,  Jusuf Kalla,” ujar Bupati Kamelus.

Sertifikat dari Kemenkumham RI atas kopi Arabika Kabupaten Manggarai Raya, ujar Bupati Kamelus, mendapat HAKI atas usulan dari pelaku usaha kopi di Manggarai.

Waktu itu, tim Kementerian datang lalu melakukan studi dan survei sehingga mengeluarkan sertifikat.

“Sertifikat tersebut diberikan agar kopi arabika yang ditanam petani di Manggarai Raya suatu saat jangan ada yang mengklaim kalau kopi Arabika tersebut berasal dari daerahnya. Yang terpenting adalah petani kopi yang selama ini berjuang menanam, merawat, memetik, menjemur dan menumbuk kopi arabika perlu diapresiasi."\

"Untuk Kabupaten Manggarai, saya berencana dalam waktu dekat mengumpulKAN semua pelaku kopi. Mari kita duduk bersama dan diskusi agar pelaku dan petani bisa sama-sama diuntungkan. Bukan saja itu, dengan adanya pengakuan kopi Arabika aroma beda, maka petani kita didorong dan dirangsang agar terus menanam kopi,” ujar Bupati Kamelus. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved