Khawatir Kasus Lapas Dihentikan, Begini Tanggapan Kapolres Lembata

Kasus dugaan pembunuhan Pati Leu di dalam Lapas Kelas III Lembata, tak akan mungkin dihentikan di tengah jalan.

Khawatir Kasus Lapas Dihentikan, Begini Tanggapan Kapolres Lembata
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora dalam sebuah kegiatan di Mapolres Lembata. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kasus dugaan pembunuhan Pati Leu di dalam Lapas Kelas III Lembata, tak akan mungkin dihentikan di tengah jalan. Kasus tersebut pasti terus diproses hingga mendapatkan kekuatan hukum tetap.

"Kasus ini tidak akan mungkin dihentikan, karena berkas perkaranya sedang dilengkapi oleh penyidik kepolisian. Penyerahan berkas tahap pertama sudah dilakukan dan sekarang ini berkas tersebut telah dikembalikan disertai petunjuk-petunjuk dari kejaksaan."

Baca: Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Lewoleba, Gara-gara Ini Penyababnya

Penegasan tersebut disampaikan Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora, kepada POS- KUPANG.COM di Lewoleba, Minggu (29/4/2018).

Kapolres mengungkapkan hal itu menanggapi kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan kasus tersebut dipetieskan, karena Lapas merupakan muara dari sebuah proses penegakan hukum yang ditangani tiga lembaga penegakan hukum, yakni kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.

Baca: Jaksa Kembalikan Berkas 9 Tersangka Lapas, Polres Lembata Lakukan Ini

Artinya, setelah sebuah kasus ditangani kepolisian, maka kasusnya berproses hingga ke kejaksaan dan pengadilan. Bila pengadilan telah menyidangkan perkara tersebut, maka hasil akhirnya oknum pelaku dijebloskan ke lapas.

Dikatakannya, dalam kasus tersebut, sembilan petugas lapas telah ditetapkan sebagai tersangka, bahkan sempat pula dijebloskan ke balik jeruji besi Mapolres Lembata. Itu berarti polisi tidak main-main dalam menangani kasus tersebut.

Baca: Luar Biasa! Dua Perempuan Ini Ternyata Diwisuda di Antara 192 Wisudawan STFK Ledalero

Keseriusan polisi itu, lanjut Simamora, terlihat dari proses pemberkasan berita acara pemeriksaan (BAP) sembilan tersangka hingga pada penyerahan berkas tersebut kepada kejaksaan untuk dipelajari.

Jika saat ini, kata dia, jaksa telah mengembalikan berkas perkara itu, maka tugas penyidik kepolisian adalah melengkapi lagi berkas tersebut berdasarkan petunjuk-petunjuk jaksa.

Berangkat dari tahapan ini, tandas Simamora, berarti polisi dan jaksa serius menangani kasus tersebut. Oleh karena itu ia meminta masyarakat untuk terus mendukung polisi dalam menangani kasus tersebut. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved