Ingin Tubuh Langsing? Jangan Banyak Makan Garam

Ada baiknya menghindari kebanyakan makan garam kalau ingin tubuh tetap langsing

Ingin Tubuh Langsing? Jangan Banyak Makan Garam
KOMPAS.COM
Garam 

POS-KUPANG.COM - Saat melihat orang yang gemuk, seringkali kita mengira orang tersebut terlalu banyak makan makanan berlemak. Ternyata, tubuh gemuk atau obesitas tidak selalu disebabkan oleh makanan tinggi lemak, tapi juga bisa akibat kebanyakan makan garam alias makanan asin.

Kok bisa, ya? Makanan tanpa garam memang kurang sedap. Selain membuat makanan memiliki rasa, garam sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan serta meningkatkan fungsi otot dan saraf.

Baca: Levico Bantu Ribuan Buku untuk Lembata, Ini Peran Lain yang Dilakukannya Selama Ini

Namun, bukan berarti kita boleh menggunakan garam sebanyak-banyaknya. Bila kamu penggemar makanan asin, hati-hati dengan risiko hipertensi, serangan jantung, stroke, hingga obesitas.

Pada tahun 2015, para peneliti asal Inggris dan China melaporkan bahwa anak-anak dan orang dewasa yang menjalani diet tinggi garam ternyata mengalami kenaikan lemak tubuh.

Baca: Ini Alasan Polisi di Lembata Bubarkan Pesta Pukul 02.00 Dinihari

Hasil riset menunjukkan bahwa setiap satu gram garam dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak-anak sebesar 28 persen dan pada orang dewasa sebesar 26 persen.

Para ahli menduga hal ini disebabkan karena kebanyakan makan garam dapat mengubah cara tubuh dalam membakar lemak.

Baca: Khawatir Kasus Lapas Dihentikan, Begini Tanggapan Kapolres Lembata

Tubuh memiliki mekanisme alami yang memberi tahu kapan harus berhenti makan dan kapan harus mulai makan. Saat kebanyakan makan garam, tubuh jadi tidak peka dan tak mendeteksi tanda harus berhenti makan.

Hal ini membuat kita jadi lebih banyak makan. Selain itu, kebanyakan makan garam juga membuat seseorang menjadi lebih cepat haus dan banyak minum.

Akibatnya, tubuh menahan lebih banyak air sehingga berat badan ikut bertambah. Semakin banyak cairan yang kita minum maka semakin banyak pula cairan yang menumpuk akibat tingginya kadar garam.

Bahkan, tambahan satu gram garam meja yang setara dengan 400 miligram natrium dapat menambah berat badan hingga 1 kilogram.

Namun perlu dicatat bahwa berat badan yang bertambah bukanlah karena timbunan lemak, tetapi karena air. Kabar baiknya, penambahan berat badan ini bersifat sementara.

Ketika kita mengurangi makanan asin, maka air yang tertahan di tubuh akan keluar sehingga berat badan ikut berkurang. Jadi, ada baiknya menghindari kebanyakan makan garam kalau ingin tubuh tetap langsing. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help