Mengapa Utusan Nelayan Nangalili harus ke Jakarta Minta Alat Tangkap?

Bantuan tersebut untuk kelompok nelayan tetapi tidak bisa digunakan karena biayanya terlampau besar untuk bahan bakar.

Mengapa Utusan Nelayan Nangalili harus ke Jakarta Minta Alat Tangkap?
pos kupang.com, servan mamilianus
kapal sumbangan pemerintah provinsi yang enggan digunakan nelayan di nangalili.

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Sembilan unit kapal motor yang disumbangkan untuk nelayan di Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), ternyata bukan sumbangan dari Pemerintah Provinsi NTT.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mabar, Fidelis Kerong, mengatakan bahwa kapal tersebut disumbangkan dari pemerintah pusat lewat Kementerian Kelautan.

Terkait tidak digunakannya kapal motor itu oleh nelayan karena membutuhkan biaya besar untuk membeli bahan bakar, Fidelis membantahnya.

"Sembilan unit kapal motor itu disumbangkan oleh pemerintah pusat. Selama ini nelayan belum menggunakannya karena belum dilengkapi oleh alat tangkap. Tetapi pada dua atau tiga minggu lalu, alat tangkapnya sudah dilengkapi," kata Fidelis saat dikonfirmasi poskupang.com, Selasa (24/4/2018).

Saat itu dia dikonfirmasi terkait keberadaan sembilan unit kapal motor di Nangalili yang sejak disumbangkan 2017 lalu tidak bisa dimanfaatkan oleh nelayan.

Menurutnya, utusan dari nelayan pengguna kapal itu sudah difasilitasi oleh pemerintah pusat untuk ke Jakarta.

"Mereka ke Jakarta untuk melihat langsung alat tangkap mana yang mereka butuhkan. Sekitar dua atau tiga minggu lalu mereka sudah pulang dari Jakarta sekaligus membawa alat tangkap tersebut," kata Fidelis.

Sebelumnya diberitakan, kapal yang terkesan mubazir karena tidak digunakan itu, disumbangkan lewat koperasi nelayan setempat.

Kepala Desa Nangalili, Candu M. Tahir, membenarkan itu saat dikonfirmasi poskupang.com, Sabtu (21/4/2018).

Halaman
12
Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved