Pemkab Arahkan Penjual Lelong Masuk Pasar TPI Lewoleba, Tapi Reaksi Pedagang Justri Diluar Dugaan

Para pedagang lelong baik yang berjualan sayur atau penjual ikan mulai, Sabtu (21/4/2018) petang, diarahkan masuk ke Pasar TPI Lewoleba.

Pemkab Arahkan Penjual Lelong Masuk Pasar TPI Lewoleba, Tapi Reaksi Pedagang Justri Diluar Dugaan
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Suasana Pasar TPI Lewoleba, Kabupaten Lembata. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Para penjual ikan keliling atau oleh orang Lembata disebut sebagai pedagang lelong baik yang berjualan sayur atau penjual ikan mulai, Sabtu (21/4/2018) petang, diarahkan masuk ke Pasar TPI Lewoleba.

Akan tetapi, para pedagang itu tak memenuhi harapan pemerintah. Mereka menolak menempati lokasi yang telah diatur pengurus Pasar TPI. Mereka justeru meminta menempati lokasi bagian tengah pasar. Jika itu ditolak maka mereka juga tak mau masuk Pasar TPI.

Baca: Walaupun Menguntungkan, Ternyata Bawang Merah Juga Mudah Terserang Penyakit Ini

Hal itu diungkapkan sejumlah pedagang di Pasar TPI, ketika ditemui POS- KUPANG.COM, Minggu (22/4/2018). Saat itu para pedagang tersebut sedang menyiapkan barang dagangannya untuk dijual sore hari.

"Mestinya hari Sabtu sore itu mereka (penjual sayur dan ikan) sudah berjualan di pasar ini. Tapi mereka tidak mau karena los di tengah pasar ditempati juga oleh pedagang yang lain. Padahal pengurus sudah membagi lokasi jualan itu," ujar Haris, seorang pedagang.

Baca: Petani Asal NTB Ini Datang Tanam Bawang di Lamahora Lembata, Begini Pesannya

Atas reaksi tersebut, katanya, maka masalah itu terpaksa dibicarakan ulang oleh pengurus pasar TPI bersama para pedagang tersebut. "Sesuai rencana, masalah itu akan dibicarakan lagi. Tapi kapan, kami tidak tahu," ujar Haris.

Ibu Siti menuturkan hal serupa. Dia mengatakan, sejumlah yang selama ini berjualan di emperan toko, kini sudah masuk dan berjualan di Pasar TPI. Sedangkan pedagang yang lain belum bersedia.

Baca: BPJS Kesehatan Cabang Kupang Siap Jadikan Bose Sei Luat Sajian Wajib Kegiatan Kesehatan

"Pasar ini memang milik semua orang. Tapi ada orang yang khusus dipercayakan untuk mengatur tempat ini. Jadi pedagang yang mau bergabung mestinya siap diatur," ujar Ibu Siti ketika ditemui POS-KUPANG.COM secara terpisah.

Baik Haris maupun Ibu Siti berharap agar semua pedagang secara ikhlas masuk ke pasar itu. "Namanya ada gula ada semut, jadi kalau kita ikhlas untuk berjualan di tempat ini, semuanya akan baik," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help