Ini Daerah Pengembangan Kopdit Swasti Sari Buka pada Bulan Mei 2018

Jumlah anggota sampai bulan Maret 2018 sebanyak 43 ribu orang dan aset sekitar 0,5triliun dan ini murni modal sendiri

Ini Daerah Pengembangan Kopdit Swasti Sari Buka pada Bulan Mei 2018
Pos Kupang/Hermina Pello
GM Kopdit Swastisari, Yohanes Sason Helan 

Laporan Wartawan POS-KUPANG. COM, Hermina Pello

POS-KUPANG. COM\ KUPANG - - Kopdit Swasti Sari sudah memiliki rencana untuk membuka cabang di Bali dan diharapkan paling lambat bulan Mei sudah terlaksana.

General Manager Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan yang ditemui di Swiss Belinn Kristal Kupang, Sabtu (21/4/2018) di sela sela kegiatan RAT tingkat pusat ke XXIX Tahun Buku 2017 di Swiss Belinn Kristal Hotel, Sabtu (21/4/2018).

"Menjalankan umur ke 30 dan RAT ke 29 ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk ekspansi ke depan. Tahun ini ada rencana besar kita akan membuat ekspansi di beberapa kabupaten kota di NTT termasuk ke Provinsi Bali dan sudah siap ada 200 orang yang siap mau jadi anggota, "katanya.

Yohanes mengatakan kalau sudah buka cabang di Bali maka Swasti Sari akan minta rekomendasi ke Menkop dan UKM untuk Swasti Sari jadi primer tingkat nasional.

" Tahun 2019 akan tambah lagi lima di provinsi lain Sulawesi Maluku dan Papua dan kita akan lihat daerah yang pemberdayaan ekonomi belum terlalu baik,"katanya

Mengenai target tahun ini, Sason Helan mengatakan anggota tambah sekitar 18 ribu dan aset ditargetkan tambah Rp 165 miliar dan ini rencana besar. sehingga memperkuat semua lini termasuk anggota sehingga mereka harus bersungguh sungguh menyadari hak dan kewajiban mereka tidak sebatas spekulasi dan mencintai lembaga ini sampai mati.

Jumlah anggota sampai bulan Maret 2018 sebanyak 43 ribu orang dan aset sekitar 0,5triliun dan ini murni modal sendiri dan tidak minta bantuan dari manapun dan SHU mencapai sekira Rp 22 miliar

Saat ini jumlah kantor pusat ada satu, kantor cabang sudah 15 dan kantor kas 29.

Menurutnya, Swasti Sari menjual produk karena itu dia yakin kalau ekspansi maka bisa diterima masyarakat.

Salah satu produk yang tidak dimiliki lembaga keuangan lainnya adalah dana kematian, pemutihan pinjaman bagi yang meninggal dan pengembalian simpanan dua kali lipat kepada ahli waris.

Untuk tahun 2017 ada 186 orang anggota yang mati dan dana kematian simpanan dan pemutihan mencapai dana Rp 6 miliar.
Untuk kegiatan HUT ke 30,lanjutnya, ada beberapa kegiatan diantaranya donor darah, pengobatan gratis, gerak jalan, seminar nasional.

Penulis: Hermina Pello
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help