Jumlah Pemilih Pilkada Serentak di Nagekeo 92.670 Orang

Jumlah pemilih pilkada serentak di Nagekeo sebanyak 92.670 orang, terdiri laki-laki 44.940 orang dan perempuan 47.730 orang.

Jumlah Pemilih Pilkada Serentak di Nagekeo 92.670 Orang
POS-KUPANG.COM/ADIANA AHMAD
Rapat Pleno Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Serentak di Kabupaten Nagekeo di Aula KPU Nagekeo, Kamis (19/4/2018). 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, MBAY - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nagekeo menetapkan jumlah pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi NTT dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kabupaten Nagekeo sebanyak 92.670 orang, terdiri laki-laki 44.940 orang dan perempuan 47.730 orang. Pemilih tersebut tersebar di 113 desa/kelurahan dengan 270 tempat pemungutan suara (TPS).

Baca: Setelah Diperiksa Sebagai Tersangka Selama Dua Jam, Anggota DPRD TTS Ini Bungkam kepada Media

Jumlah pemilih Pilgub NTT dan Pilbup Nagekeo ditetapkan dalam rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur Provinsi NTT, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nagekeo, di Aula KPU Nagekeo, Kamis (19/04/2018).

Baca: Waspada! Potensi Tsunami di Kota Kupang Capai Sembilan Meter

Dalam rapat pleno yang dihadiri tim penghubung tiga pasangan calon (minus Garda dan Yes), Wigbertus yang saat itu didampingi tiga anggota Komisioner KPU Nagekeo, Aloysius Kaki, Quirinus Eleuterius dan Mikael Angelo Mali, di Aula KPU Nagekeo, mengatakan, DPT merupakan jembatan menuju pesta demokrasi Pilkada Serentak 2018 sekaligus salah satu faktor yang paling menentukan suksesnya pilkada serentak.

"KPU mulai tingkat kabupaten, PPK hingga PPS telah melaksanakan pencermatan untuk mewujudkan DPT yang berkualitas. Harapannya tidak ada warga Nagekeo yang telah memiliki hak pilih, tidak masuk di DPT," kata Wigbertus.

Dikatakannya, KPU telah menempuh tahapan-tahapan untuk menghasilkan DPSHP yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. "Kerja keras dalam rangka mendata sudah dilakukan berdasarkan PKPU Nomor: 2 Tahun 2018 sehingga daftar pemilih yang dihasilkan bisa akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Wigbertus.

Wigbertus menjelaskan, DPSHP yang ditetapkan hari itu akan digunakan dan ditetapkan oleh KPU RI melalui KPU Provinsi menjadi DPT. Selanjutnya, kata Wigbertus, DPT akan digunakan dalam pemungutan suara. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved