Potensi Tanaman Pangan NTT Belum Dikelola Maksimal, Begini Penjelasannya

Dari beberapa subsektor tersebut, tanaman pangan (padi dan palawija) menjadi komponen terpenting dalam menjaga

Potensi Tanaman Pangan NTT Belum Dikelola Maksimal, Begini Penjelasannya
pos kupang/edy bau
ilustrasi 

Oleh : Andrew Donda Munthe
ASN pada BPS Kota Kupang, Mahasiswa Pascasarjana IPB Bogor

POS KUPANG.COM - Sektor pertanian merupakan salah satu sektor strategis dan prioritas bagi nadi perekonomian di hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk juga di NTT.

Definisi sektor pertanian secara umum mencakup beberapa subsektor yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.

Dari beberapa subsektor tersebut, tanaman pangan (padi dan palawija) menjadi komponen terpenting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Lalu bagaimana kondisi perkembangan tanaman pangan yang ada di NTT saat ini?

Potensi tanaman pangan yang ada di NTT masih belum dikelola secara maksimal. Kontribusinya dalam perekonomian di NTT masih di bawah subsektor peternakan.

Tahun 2016, tanaman pangan menyumbang 8,86 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi NTT.

Sedangkan kontribusi dari subsektor peternakan dan hasil-hasilnya mampu mencapai 9,48 persen (BPS, Publikasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017).

Misi pemerintah daerah Provinsi NTT periode tahun 2013 -2018 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak secara khusus membahas peningkatan produksi potensi pertanian tanaman pangan di bumi Flobamora.

Ada delapan misi yang hendak dicapai oleh pemerintah daerah selama periode tahun 2013 -2018 yaitu 1) Meningkatkan pelayanan pendidikan dalam rangka terwujudnya mutu pendidikan, kepemudaan dan keolahragaan yang berdaya saing; 2)

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved