PosKupang/

Kecewa Kinerja Aparat Polsek Amanatun Utara, Warga Lilo Curhat ke Awak Media

Usai mengalami pengeroyokan, korban langsung mendatangi Polsek Amanatun Utara guna melaporkan kasus pengeroyokan yang dialaminya.

Kecewa Kinerja Aparat Polsek Amanatun Utara, Warga Lilo Curhat ke Awak Media
pos kupang.com, dion kota
Semuel Fay membedakan bagaimana dirinya di cekek dibagian leher.

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Samuel Fay, Agus Nauf, Martinus Liunome, Baltasar Alunat dan beberapa warga Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara mengaku kecewa berat dengan kinerja jajaran Polsek Amanatun Utara.

Warga menilai Polsek Amanatun Utara sengaja Mendiamkan kasus pengeroyokan yang melibatkan kepala Desa Lilo, Irene Alunat.

Warga Desa Lilo ini terpaksa menempuh jarak hingga ratusan Kilo meter guna mencurahkan kekecewaanya kepada awak media, Selasa ( 17/4/2018) di Kota Soe.

Kepada awak media, Semuel Fay korban penganiayaan menceritakan, kasus penganiayaan yang dialaminya terjadi pada tanggal 2 Januari 2018 lalu.

Kasus ini, dipicu oleh masalah sengketa tanah gereja Santa Columba Put'in dengan keluarga Kades Lilo, Irene Alunat. Karena tanah tersebut masih dalam proses sengketa, sesuai perintah Polsek Amanatun Utara dan Kecamatan Amanatun Utara tidak memperboleh adanya aktivitas di atas lahan sengketa tersebut. Namun ternyata, keluarga Kades Lilo sendiri melanggar perintah tersebut dengan menanam jagung di atas tanah sengketa tersebut.

Merasa tidak puas, korban yang juga menjabat dewan keamanan Paroki Santa Columba lalu menegur keluarga Kades Lilo, Irene Alunat agar menghentikan aktivitas tersebut.

Mendengar teguran korban, keluarga Kades Lilo bukannya menghentikan aktivitas menanam jagung malah melakukan pengeroyokan kepada korban hingga mengalami luka pada bagian leher.

" Waktu mereka sedang tanam jagung saya pergi tegur mereka baik-baik. Mendengar teguran saya, mereka tarik saya bawa di kantor desa. Sampai di desa, ibu desa, Irene Alunat langsung bangun dan pukul saya di bagian dada. Kemudian saudaranya Isak Alunat juga bangun dan pukul saya tiga kali di bagian belakang.

Bapaknya ibu Kades (Fredik Alunat) juga bangun cekik saya di leher sampai luka dan baju saya juga robek. Saya tidak bisa lawan bapak saya hanya sendiri. Apa lagi saya sudah tua begini mau lawan bagaiman," ujar Semuel sambil menunjukan lokasi tubuhnya yang pukuli para pelaku.

Halaman
123
Tags
Polres TTS
Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help