Aneh, Tiga Pintu Kios Pasar Inpres Soe Diberi Tanda Silang Merah

pedagang meminta agar mobil barang yang masuk ke pasar harus diarahkan ke lokasi jualan yang baru agar tidak sepi pembeli.

Aneh, Tiga Pintu Kios Pasar Inpres Soe Diberi Tanda Silang Merah
pos kupang.com, dion kota
tim terpadu penertiban dan penataan pasar inpres Soe sedang berbincang dengan seorang pedagang sayur yang lapak jualannya dibangun di akses jalan.

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Dion Kota

POS KUPANG.COM, SOE - Guna menciptakan suasana nyaman dan tertib di Pasar Inpres Soe, Badan Pendapatan daerah (Bapenda) Kabupaten TTS selaku pengelola melakukan penertiban terhadap pedagang. Tiga kios yang selama ini diketahui digunakan sebagai gudang diberikan tanda silang merah di pintu kios yang masih terkunci rapat.

Bapenda sudah memberikan dua kali teguran kepada pedagang yang menyewa kios tersebut. Jika tidak juga diperhatikan, Bapenda bersama tim terpadu penertiban dan penataan pasar akan melakukan pembongkaran secara paksa.

Selain menertibkan bangunan kios yang disalah gunakan sebagai gudang, tim terpadu penertiban dan penataan pasar juga memberikan teguran kepada 37 pedagang yang diketahui menjadi kios sebagai tempat tinggal.

Selain melakukan penertiban kepada pedagang yang salah menggunakan bangunan kios, tim terpadu juga melakukan penertiban 37 bangunan pedagang yang dibangun di atas selokan.

Saat ini, tim terpadu penertiban dan penataan pasar sudah memberikan peringatan secara tertulis yang kedua. Jika tidak diindahkan, maka tim terpadu akan melakukan pembongkaran secara paksa.

" Bangunan kios di pasar hanya diperuntukkan untuk berjualan, bukan sebagai gudang maupun dijadikan tempat tinggal. Kita belajar dari pengalaman 2016 lalu dimana kebakaran pasar Inpres Soe dipicu dari kompor milik pedagang yang meledak.

Oleh sebab itu, kita lakukan penertiban agar kios dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Selain itu untuk memberikan kenyamanan kepada pembeli saat berbelanja di pasar, tim terpadu juga melakukan penertiban pedagang yang membangun lapak dagangannya di atas selokan dan pedagang yang menggelar dagangannya di akses jalan," ungkap Kepala Bapenda, Kabupaten TTS, Aba Anie kepada pos kupang, Selasa (17/4/2018) di ruang kerjanya.

Pantauan pos kupang di Pasar Inpres Soe, nampak tim terpadu yang terdiri dari pegawai Bapenda, kepolisian, TNI, Kejaksaan, Satpol PP dan Desperindag menyusuri setiap sudut pasar Inpres Soe guna melakukan penertiban.

Petugas membawa serta cat berwarna merah dan kuas guna memberikan tanda di pintu kios yang selama ini dimanfaatkan sebagai gudang.

Sedangkan kios yang dimanfaat sebagai tempat tinggal, petugas memberikan peringat agar kios hanya digunakan sebagai tempat berjualan.

Para pedagang yang jualan di akses jalan dan membangun kios di atas saluran drainase diminta untuk membongkar sendiri lapaknya dan diberikan tempat berjualan di bagian dalam bangunan pasar.

Saat penertiban sempat terjadi perdebatan antara ?petugas tim terpadu dan para pedagang yang hendak dipindahkan lokasi jualannya. Para pedagang mengaku enggan pindah ke bagian dalam bagunan pasar karena akan sepi pembeli.

Para pedagang meminta agar mobil barang yang masuk ke pasar harus diarahkan ke lokasi jualan yang baru agar tidak sepi pembeli. Selain itu, seluruh pedagang sayur yang ada dibagian depan juga harus dipindahkan ke bagian dalam agar pembeli bisa diarahkan membeli sayur ke lokasi yang baru. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help