Siswi SMPK Saint Vianney Mengaku Gugup Hadapi UNBK

mengaku gugup dan takut karena mendengar informasi tingkat kesulitan soal UNBK tahun ini lebih tinggi.

Siswi SMPK Saint Vianney Mengaku Gugup Hadapi UNBK
pos kupang.com, teni jenahas
Lab komputer SMPK Sint Vianney Soe yang digunakan untuk pelaksanaan UNBK.

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, SOE - Sebanyak 99 siswa-siswi SMPK Sint Vianney Soe tahun ini akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) pada tanggal 23 hingga 26 April mendatang. Para siswi mengaku gugup menghadapi UNBK karena mendapatkan informasi jika tingkat kesulitan soal UNBK tahun ini lebih tinggi dibanding tahun-tahun kemarin.

Hal ini diungkapkan Putri Sion, siswi kelas IX A saat ditemui pos kupang, Senin (16/4/2018) di SMPK Sint Vianney Soe. Gadis asal Manggarai ini mengaku gugup dan takut menghadapi UNBK tahun ini. Ia mengatakan, mendapatkan informasi jika tingkat kesulitan soal UNBK tahun ini lebih sulit. Selain karena tingkat kesulitan soal, ia mengaku gugup karena waktu pelaksanaan UNBK sudah di depan mata.

" Saya ada dengar isu katanya soal UNBK tahun ini tingkat kesulitannya tinggi. Saya takut tidak bisa meraih hasil sesuai seperti yang saya harapkan. Apa lagi katanya, nilai kita langsung keluar di layar komputer saat selesai mengerjakan soal UNBK. Ini yang semakin membuat saya gugup dan takut," ujarnya.

Perasaan gugup dan takut juga dialami sisw SMPK Sint Vianney Soe Lainya, Pauliani Kanni. Dirinya mengaku gugup dan takut karena mendengar informasi tingkat kesulitan soal UNBK tahun ini lebih tinggi. Selain itu, dirinya juga khawatir jika saat pelaksanaan UNBK tiba-tiba komputer yang digunakan atau jaringan internet terganggu.

" Katanya soal-soal UNBK lebih sulit jadi saya rasa gugup takut. Saya takut karena soalnya terlalu sulit saya tidak bisa mengerjakannya dengan biak. Belum lagi khawatir kalau saat pelaksanaan UNBK komputer atau jaringan internet terganggu, waduh semoga itu tidak terjadi," sebutnya.

Disinggung terkait persiapan menghadapi UNBK, keduanya mengaku meningkatkan jam belajar dan doa. Selain mengikuti les tambahan di sekolah, jam belajar di rumah pun ditambah. Sedangkan untuk menyiapkan mental menghadapi UNBK, keduanya mengaku lebih sering berdoa setiap harinya.

" Jika biasanya belajar malam cuma 1 jam, karena mau UNBK kami tambah jadi dua atau tiga jam. Bukan hanya belajar, frekuensi berdoa pun kami tambah biar mental dan hati kami benar-benar siap menghadapi UNBK, " tutua keduanya. ( *)

Baca: Ini Dua Oknum Pelaku Pencuri Gitar Gereja se Nilai Rp 16 Juta

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help