Oknum ini Mengaku Polisi Lalu Ajak Korban Bersetubuh

Begitu bertemu, ML paksa untuk bersetubuh. Karena takut, M mengikutinya. Tidak berapa lama ML memanggil kawannya berinisial AA.

Oknum ini Mengaku Polisi Lalu Ajak Korban Bersetubuh
pos kupang.com, servan mammilianus
Kepolisian di Polres Mabar menunjukan barang bukti dari berbagai kasus yang sedang ditangani. 

Laporan wartawan poskupang.com, Servatinus Mammilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO | Pria dewasa ini tiba-tiba datang dan mengaku sebagai oknum polisi yang seolah-olah memergoki aksi dua remaja yang sedang berbuat layaknya sepasang suami isteri di salah satu lokasi sekitar daerah Wae Kesambi Desa Batu Cermin, Labuan Bajo.

Saat itu remaja putri berinisial M bersama seorang remaja putra berinisial ML, sedang berbuat sesuatu layaknya pasangan suami isteri.

Ternyata ML juga mengajak kawannya seorang pria dewasa berinisial AA untuk datang ke lokasi tersebut. AA pun datang dan mengaku sebagai oknum polisi kepada M, lalu turut meminta jatah untuk berbuat hal yang sama.

Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono, S.IK menjelaskan, dari hasil pemeriksaan ternyata remaja putri itu dipaksa untuk melakukan hal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan polisi diketahui, awalnya M dengan ML berpacaran lalu putus. Kemudian ML minta bertemu dengan M tetapi M tidak mau. M kemudian memaksa dan mengancam akan memviralkan dokumentasi keduanya yang sedang dia simpan. Takut dengan ancaman itu akhirnya M bersedia bertemu.

“Kejadiannya pada tanggal 4 Maret 2018, pukul 20.30 Wita. ML minta bertemu tetapi M menolak. Lalu dipaksa dan diancam untuk memviralkan dokumentasi sehingga akhirnya M mau bertemu. Begitu bertemu, ML paksa untuk bersetubuh. Karena takut, M mengikutinya. Tidak berapa lama ML memanggil kawannya berinisial AA. AA datang dan mengaku sebagai oknum polisi dan dia meminta hal yang sama,” kata Julisa.

Polisi akhirnya menerima laporan tersebut dan melakukan penyelidikan. Polisi berhasil membekuk kedua pelaku. Pelaku dewasa ditahan dan pelaku remaja yang masih di bawa umur dikenakan wajib lapor karena berkaitan dengan undang-undang perlindungan anak.

“Untuk pelaku anak, sudah kami limpahkan berkasnya sedangkan pelaku dewasa sedang dipersiapkan. Pelaku dewasa sempat melakukan upaya melarikan diri sebanyak tiga kali sehingga kami melakukan penjagaan ekstra terhadap yang bersangkutan,” kata Julisa.

Pihaknya juga telah menyita barang bukti berupa satu lembar kain putih, dua bantal, dua handphone, pakaian korban, pakaian tersangka dan satu unit sepeda motor.

Pelaku yang masih dibawah umur kata Julisa akan ditahan setelah penyerahan tahap dua.

Dijelaskanya bahwa tersangka dikenakan pasal 285 KUHP junto pasal 55 dengan ancaman 12 tahun penjara.

“Pelaku anak tidak bisa dilakukan penahanan tetapi wajib lapor dan kami serahkan pengawasan kepada orang tuanya merujuk pada undang-undang perlindungan anak. Nanti pada saat tahap dua baru lakukan penahanan setelah ke kejaksaan,” kata Julisa.(*)

Baca: Kantor Camat Nangapanda Gagal Diselesaikan

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help