PosKupang/
Home »

News

» Jakarta

Menistakan Agama, Rocky Gerung Kembali Dilaporkan ke Polisi, Kali Ini ke Bareskrim Polri

Rocky telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan Polda Sulawesi Utara atas pernyataannya yang dianggap menistakan agama di sebuah acara televisi.

Menistakan Agama, Rocky Gerung Kembali Dilaporkan ke Polisi, Kali Ini ke Bareskrim Polri
Pos Kupang/Screenshoot
Rocky Gerung 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung kembali dilaporkan atas pernyataannya terkait kitab suci adalah fiksi, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Rocky telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan Polda Sulawesi Utara atas pernyataannya yang dianggap menistakan agama di sebuah acara stasiun televisi swasta.

Adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian, yang kali ini melaporkannya ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

"Kenapa ini diproses di Bareskrim Polri, karena kebiasaan pak Rocky ini sudah kami lihat melalui YouTube sejak akhir tahun lalu. Saya melihat sebagai umat Kristen, saya percaya bahwa kitab suci saya bukan fiksi," ujar Jack, menjawab alasan pelaporan Rocky ke Bareskrim, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Baca: SADIS! Setelah Dibunuh, Mayat Ibu Guru Digantung di Pohon Mangga

Baca: Usai Bilang Kitab Suci Fiksi, Sisi Lain Pengamat Politik, Rocky Gerung Terkuak. Nomor Lima, Kritis!

Ia pun mengaku tak habis pikir atas pernyataan Rocky yang gegabah, padahal dirinya adalah seorang tokoh dan dosen.

Apalagi, kata dia, yang bersangkutan menyatakannya di layar televisi yang disaksikan oleh masyarakat Indonesia.

Jack pun menyesalkan kenapa Rocky malah memperkeruh permasalahan di Indonesia. Menurutnya, masih banyak hal yang bisa dikerjakan daripada membicarakan masalah agama terus menerus.

"Ini apa maksudnya? Kenapa kita tidak saling merangkul untuk supaya Indonesia bisa lebih maju ke depannya. Banyak hal-hal yang bisa dikerjakan dari pada kita ngomongin agama terus," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help