Adoh! Setelah Facebook, Google dan Twitter Juga Dipanggil DPR AS, Ini Tujuannya

Setelah mendengar penjabaran CEO Facebook terkait kasus Cambridge Analytica (CA), Kongres AS bakal memanggil pucuk pimpinan Google dan Twitter.

Adoh! Setelah Facebook, Google dan Twitter Juga Dipanggil DPR AS, Ini Tujuannya
KOMPAS.COM
CEO Google, Sundar Pichai, Rabu (17/5/2017), saat menjadi spekaer pada keynote utama Google I/O 2017 di Shoreline Amphitheatre, AS.

POS-KUPANG.COM - Setelah mendengar penjabaran CEO Facebook terkait kasus Cambridge Analytica (CA), Kongres AS bakal memanggil pucuk pimpinan Google dan Twitter.

Kongres AS ingin memastikan bahwa perusahaan teknologi lain tak mengalami masalah serupa. Diketahui, 87 data pengguna Facebook dicuri dan disalahgunakan firma analis CA untuk kepentingan politik. CA merupakan konsultan untuk kampanye pemenangan Donald Trump dalam Pilpres 2016.

Baca: Kapolres Sumba Timur Sebut Operasi Miras Persempit Ruang Gerak Kriminal

Menurut Senator Mark Warner dari Fraksi Demokrat, integritas perusahaan teknologi secara keseluruhan perlu dipertanyakan. Meski contoh kasus nyatanya adalah Facebook, tetapi bukan berarti Google dan Twitter bersih dari dosa.

"Tentu saja ada isu besar yang semestinya bukan cuma menjadi perhatian untuk Facebook, tetapi juga Twitter serta Google dan YouTube," kata dia.

Baca: Tim Gabungan Polres Sumba Timur Sita Ratusan Liter Miras Lokal

Menurut anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Adam Schiff, pemanggilan Google dan Twitter akan berbeda dengan Facebook. Google dan Twitter hanya akan dimintai komitmen untuk bekerja sama dengan Kongres AS dalam melindungi privasi masyarakat.

"Jauh lebih baik untuk menjadi proaktif ketimbang diangkut secara tegas ke Kongres AS (seperti Facebook)," kata Adam Schiff.

Peneliti dari firma analis Altimeter Group, Brian Solis, sepakat dengan rencana Kongres AS memanggil Google dan Twitter. Menurut dia, kasus Facebook harusnya turut mencekam perusahaan teknologi lain yang notabene turut mengumpulkan data pengguna.

"Google bahkan tahu jauh lebih banyak tentang masyarakat ketimbang Facebook," katanya, Senin (16/4/2018).

Sebelumnya, dalam RDP Senat bersama Facebook pada 10 April 2018, sebenarnya CEO Google, Sundar Pichai, dan CEO Twitter, Jack Dorsey juga dipanggil. Namun perwakilan kedua platform tersebut tak memunculkan batang hidung. Hingga kini, belum ada tanggapan dari Google dan Twitter terkait pemanggilan oleh Kongres AS. Belum jelas pula kapan jadwal Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar untuk kedua raksasa tersebut. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved