Piawainya Anak TKK Annibale Menari Tarian Kipas asal Korea

Berbalut busana merah muda dengan tangan memegang kipas, anak-anak dari TKK Annibale memperagakan Tari Kipas mirip penari Korea.

Piawainya Anak TKK Annibale Menari Tarian Kipas asal Korea
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Anak-anak TKK Annibale menarikan Tarian Kipas dari Korea pada Malam Pentas Seni di Aula TKK Terpadu Padre Annibale School, Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere di Pulau Flores, Sabtu (14/4/2018). 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Egidius Moa

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Berbalut busana merah muda dengan tangan memegang kipas, anak-anak dari TKK Annibale memperagakan Tari Kipas mirip penari Korea. Rambut yang dikonde persis gadis Korea.

Lenggak-lenggok anak-anak memicu sorak dan tepuk tangan tiada henti dari penonton. Anak-anak TKK Annibale mempersembahkanya pada Malam Berbagi Kasih di Aula TKK Terpadu Padre Annibale School, Jalan Sinde Kabor, Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere, di Pulau Flores, Sabtu (14/4/2018) malam.

Baca: Kantor Camat Oebobo Layani Perekaman e- KTP Warga dari Kelurahan Lain

Tidak hanya Tari Kipas, pada pergantian acara, anak-anak TKK menyanyikan lagu Haleluyah Kristus Bangkit dan Haleluyah Handle. Ketika mereka menyanyikan Haleluyah Handle, para orangtua dan tamu undangan bertepuk sorak meriah.

Pak Ardi, salah satu orangtua murid maju ke panggung dan memberikan pujian kepada paduan suara dari TKK Annibale.

Baca: Nelayan Kojadoi Gairah Kembali Budidayakan Rumput Laut

"Lagu Halleluyah Handel, saya dengar ketika saya jatuh sakit. Lagu ini juga yang membangkitkan saya untuk bisa sembuh. Hari ini saya dengar lagi lagu ini dan dinyanyikan oleh mereka. Saya senang sekali. Suara mereka merdu sekali," puji Ardi.

Sisilia da Tiang, mengaku terharu menitikkan air mata menyaksikan penampilan anaknya, Antoni Wihelmus Wasang dalam kelompok paduan suara. Di usia enam tahun, Toni sudah bisa bernyanyi Haleluyah Handle.

"Aduh... saya rasa terharu, bangga. Apalagi ini disaksikan banyak orang. Semoga dia bisa jadi penyanyi supaya bisa ikut koor di gereja," harap Sisilia.

Baca: Rayakan Dies Natalis, Kelompok Mahasiswa Ini Lakukan Hal Luar Biasa

Kepala Sekolah TKK Annibale, Sr. Agustina Mariatna Dewi, Fdz, mengaku bangga dengan kemampuan anak-anak. Sebanyak 80 anak peserta berpartisipasi. Ia mengatakan, setiap hari anak-anak dilatih untuk mengingat gerakan tarian dan lagu.

"Lihat dari presentasi anak-anak tadi, rasanya tidak percaya karena luar biasa. Padahal waktu latihannya sangat mepet. Kita kurangi mereka punya waktu bermain, diganti dengan latihan. Saya bangga mereka bisa tampilkan yang terbaik", ujar Sr. Dewi.

Selain menampilkan tarian dan paduan suara, anak-anak juga menampilkan dance, fashion show dan nyanyi solo. Acara ditutup Drama Haleluyah Kristus Bangkit dari Frateran Rogationist. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help