Hendrikus Hilklau Gugat Kapolres Kupang Kota, Ini Alasannya

Hendrikus Hilklau mengajukan gugatan terhadap Kapolres Kupang Kota dan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota

Hendrikus Hilklau Gugat Kapolres Kupang Kota, Ini Alasannya
ISTIMEWA
Samuel Haning

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Hendrikus Hilklau mengajukan gugatan terhadap Kapolres Kupang Kota dan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota karena diduga telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Hendrikus saat ini sedang ditahan di Polres Kupang.

Penasihat Hukum Hendrikus Hilklau, Semuel Haning, S.H, M.H menyampaikan hal ini kepada Pos-Kupang.Com, Minggu (15/4/2018).

Baca: Cak Imin Tanggapi Amien Rais Soal Partai Allah dan Partai Setan, Ini Jawabnya

Menurut Sam Haning sapaan Semuel, kliennya saat ini sementara ditahan di Polres Kupang sejak 18 Maret 2018.

Tentang pemicu sehingga kliennya mengajukan gugatan, Sam mengatakan, kasus itu berawal dari perjanjian kontrak pembelian rumah antara Elyda Mellany dengan kliennya.

"Klien saya selama ini sebagai pengusaha rumah atau developer. Dia juga bertindak sebagai Direktur CV Intan Candi," kata Sam.

Baca: Setelah Banding karena Ditolak KUA, Pengadilan Agama Setujui Dua Pelajar SMP Menikah

Dijelaskannya, sebelum membuat perjanjian kontrak pembelian rumah itu, Elyda Mellany Simanjuntak alias Ida dan Hendrikus Hilklau pernah pergi melihat lokasi pembangunan rumah berlokasi di Kelurahan Naioni pada tahun 2012 silam.

"Keduanya telah sepakat bersama dalam surat perjanjian pembelian rumah yang bertipe 45 bermeterai 6000 dengan nomor 022/CV.INVA/SPINVA.KPG/2012, pada tanggal 11 Mei 2012 seharga Rp 153.000.000. Dibayar kredit dan atau cicil," katanya.

Dikatakannya, setelah dibangun, Ida membayar Rp 103.000.000 dan masih ada kekurangan sebesar Rp 50.000.000. Sedangkan pada tahun 2017 di bulan September, Ida datang menemui Hendrikus dan menyampaikan bahwa dirinya akan ikut bersama suami yang pindah tugas ke Jakarta. Pada kesempatan itu, lanjutnya, kliennya Hendrikus sebagai pihak developer mengatakan bahwa setoran Ida belum lunas, bahkan masih kurang sisa pembayaran sebesar Rp 50.000.000.

"Ibu Ida kemudian melaporkan klien saya ke Polres Kupang Kota dengan dugaan penipuan sehingga ditahan. Penahanan klien saya diduga merupakan PMH, karena kasus ini ranahnya adalah keperdataan, bukan ranah hukum pidana," ujarnya.

Sam juga mengatakan, tindakan Polres Kupang Kota telah kami gugat di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Kupang tanggal 27 Maret 2018 dengan Nomor perkara /77/Pdt.G/ 2018/PNKPGm tentang Perbuatan Melawan Hukum (PMH). (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help