VIDEO: Kepala SLB Asuhan Kasih Kupang tentang Prestasi Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) mulai dari SD, SMP dan SMA juga bisa berprestasi, baik secara akademik maupun ekstrakurikuler

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Apolonia M Dhiu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) mulai dari SD, SMP dan SMA juga bisa berprestasi, baik secara akademik maupun ekstrakurikuler.

Berbagai prestasi di tingkat lokal, nasional maupun internasional juga ditorehnya.

Mereka juga bisa berkarya di kantor, baik negeri maupun swasta.

Namun, kondisi dan prestasi mereka masih dianggap 'sebelah mata' oleh masyarakat. Masih ada stigma dari masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus tidak bisa berbuat apa- apa.

Bahkan, ada orang tua yang malu memiliki anak berkebutuhan khusus dan membiarkan saja mereka di rumah dan tidak diurus dengan baik apalagi mengenyam pendidikan.

Saat ini, di Kota Kupang dan NTT pada umumnya sudah ada SLB, baik negeri dan swasta, sebagai tempat anak-anak berkebutuhan khusus mengenyam pendidikan.

Hanya saja, lembaga SLB ini perlu perhatian semua pihak, baik sarana dan prasarana, SDM terutama guru SLB, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus di SLB tersebut sama dengan anak-anak di sekolah reguler lainnya.

Baca: Rumah Tangga Angel Lelga dan Vicky Prasetyo Bermasalah, Ramalan dari Dua Sosok Ini Mulai Terbukti?

Kepala SLB Asuhan Kasih, Amini, S.Pd, kepada Pos-Kupang.com, Rabu (4/4/2018), di sekolah tersebut, mengatakan, anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Asuhan Kasih diajarkan untuk mandiri dan menolong dirinya sendiri agar ketika tamat mereka bisa mengurus dirinya sendiri.

"Kalau di SLB Asuhan Kasih, anak tuna grahita bisa menolong diri sendiri, di sekolah mengajar untuk memakai baju sendiri, memakai sepatu sendiri. Setelah lulus dari sini ana-anak bisa mandiri tanpa ada ketergantungan pada orang lain," ujarnya.

Baca: Ini yang Dilakukan Anggota TNI di Pantai Bitha Beach- Ende

Untuk itu, katanya, memang membutuhkan kesabaran yang luar biasa, termasuk guru-guru. Karena, tanpa guru yang sabar, guru yang tekun, guru yang berkompeten, tidak mungkin anak-anak bisa berhasil.

Selengkapnya, simak video. (*)

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved