Tokoh Muda NTT Yahya Ado Luncurkan Buku Wasiat Jalan yang Menginspirasi Banyak Orang

Dalam sesi diskusi yang dipandu Maria Gracea, Marsel Robot melukiskan Wasiat Jalan sebagai buku yang memberi

Tokoh Muda NTT Yahya Ado Luncurkan Buku Wasiat Jalan yang Menginspirasi Banyak Orang
ISTIMEWA
Yahya Ado (paling kanan) menjelaskan alasannya menulis buku Wasiat Jalan pada acara peluncuran dan diskusi, Sabtu (14/4/2018). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Tokoh muda Nusa Tenggara Timur, Yahya Ado meluncurkan buku karyanya berjudul Wasiat Jalan, Menemukan Makna Hidup, Karya dan Cinta. Peluncuran disertai diskusi buku berlangsung di Aula F- Square, Fatululi Kupang, Sabtu (14/4/2018).

Diskusi buku menghadirkan tiga narasumber yaitu penulis dan pemerhati budaya dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Marsel Robot, psikolog dan dosen Undana, Ikun Parera serta redaktur Harian Pagi Pos Kupang, Dion DB Putra. Diskusi dipandu moderator Maria Gracea.

Buku setebal 119 halaman tersebut diterbitkan Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) Publisher (2018). Direktur IRGSC Kupang, Dr. Dominggus Elcid Lie memberikan apresiasi kepada Yahya yang menerbitkan karyanya dalam bentuk buku.

"Butuh keberanian untuk menerbitkan buku. Selamat untuk teman saya Yahya, kami berharap ada buku berikutnya," kata Elcid Lie saat menyampaikan sekapur sirih.

Dalam sesi diskusi yang dipandu Maria Gracea, Marsel Robot melukiskan Wasiat Jalan sebagai buku yang memberi inspirasi bagi banyak orang. "Buku ini semacam perpuluhan, sedekah sosial persembahan penulis," kata Marsel Robot.

Yahya Ado pose bersama Elcid Lie, Ermi Ndoen, Dion DB Putra, Marsel Robot, Ikun Parera dan lainnya pada acara peluncuran Buku Wasiat Jalan, Sabtu (14/4/2018).
Yahya Ado pose bersama Elcid Lie, Ermi Ndoen, Dion DB Putra, Marsel Robot, Ikun Parera dan lainnya pada acara peluncuran Buku Wasiat Jalan, Sabtu (14/4/2018). (ISTIMEWA)

Menurut Marsel Robot, buku Wasiat Jalan semacam album testimoni seorang Yahya Ado terhadap kehidupan yang maha luas ini. Baginya hidup bukan sebuah kontainer dimana kita asyik bongkar-muat kepentingan, melainkan sebuah perjalanan yang harus memberikan bukti bahwa kita pernah hadir.

"Apa yang ditulis Yahya dalam buku ini adalah pertengkaran teramat romantis antara dirinya dan kenyataan. Hidup diterima sebagai mawar sekaligus sebagai sekam. Tetapi keduanya adalah wasiat yang membuat hidup lebih berkhasiat," katanya.

Marsel Robot mengatakan, Wasiat Jalan memang cenderung nasihat tetapi bukanlah kotbah di mimbar keagamaan yang berlumuran mazmur atau ayat-ayat suci, melainkan set-set pengalaman yang menyapa dan menyabda. "Kekuatan Yahya adalah kemampuan metaforisnya," ujar Marsel Robot.

Ketika membaca buku mungil ini, lanjut Marsel, ada rasa gurih, terutama kemampuannya mengaransemen diksi yang ketat, ritmis dan frasa yang terasa jatuh satu-satu di hati. "Tesa yang dikemas dalam rasa yang memukau," demikian Marsel.

Psikolog Ikun Parera menyebut isi buku Wasiat Jalan karya Yahya Ado kaya rasa, menebarkan kekuatan bahasa dan kekuatan kata-kata. Dalam konteks konseling, kekuatan kata-kata itu bisa menyembuhkan.

"Yahya mampu menghipnotis orang lewat kata-kata yang memberikan motivasi, harapan dan inspirasi," kata Ikun Parera.

Tarian hedung menyambut narasumber, moderator, Direktur  IRGSC, Dr. Dominggus Elcid Lie dan anggota Forum Academia NTT, Ermi Ndoen  di halaman F-Square Sabtu (14/4/2018) pagi.
Tarian hedung menyambut narasumber, moderator, Direktur IRGSC, Dr. Dominggus Elcid Lie dan anggota Forum Academia NTT, Ermi Ndoen di halaman F-Square Sabtu (14/4/2018) pagi. (ISTIMEWA)
Halaman
123
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help