Perang Suriah Diletuskan, Putin Kutuk Serangan Tapi Israel Mendukung

Suriah terus melakukan dan membiarkan terjadinya tindakan pembunuhan, antara lain oleh Iran, yang membuat wilayah, pasukan dan kepemimpinan negara itu

Perang Suriah Diletuskan, Putin Kutuk Serangan Tapi Israel Mendukung
AP
Kapal perang angkatan laut AS USS Porter meluncurkan misil tomahawk ke wilayah Suriah di perairan laut Mediterania 

POS KUPANG.COM - Rusia mengutuk serangan rudal tiga negara barat terhadap Suriah, dan memperingatkan bahwa "tindakan semacam itu tak akan dibiarkan begitu saja."

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut, ia mengutuk "sekeras-kerasnya" serangan itu dan menegaskan Rusia akan menyerukan sidang darurat PBB.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di TV Rusia, Putin mengatakan, menyerang Suriah adalah 'tindakan agresi.'

Dia mengatakan tuduhan serangan senjata kimia yang diduga di kota Douma pekan lalu dibuat-buat dan digunakan sebagai dalih untuk serangan itu.

Koalisi militer Amerika Serikat, Inggris dan Prancis akhirnya benar-benar melancarkan serangan militer ke Suriah, sabtu 914/4) dini hari yang menurut presiden AS Donald Trump ditujukan terhadap sasaran terkait kemampuan senjata kimia negeri itu.

Serangan itu diumumkan Presiden AS Donald Trump melalui pidato yang disiarkan televisi.

"Sebuah operasi gabungan bersama angkatan bersenjata Prancis dan Inggris sedang berlangsung sekarang," kata Presiden Trump dalam pidato itu.

Sebelum Putin Presiden Rusia melontarkan kecaman melalui twitter kedutaan mreka di AS. Duta Besar Rusia di Amerika, Anatoly Antonov, dalam cuitan itu menyatakan bahwa,

"Lagi: kami diancam. Kami peringatkan bahwa tindakan semacam itu tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa konsekuensi," katanya.

"Seluruh tanggung jawab akan dipikul oleh Washington, London dan Paris," tegasnya.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help