Yorhan Nome Sedih NTT Empat Besar Korupsi di Indonesia

Dekan FH Undana Kupang, Yorhan Y Nome, S.H, M.Hum mengaku sedih melihat berita yang menyebutkan NTT termasuk empat besar korupsi di Indonesia.

Yorhan Nome Sedih NTT Empat Besar Korupsi di Indonesia
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Para mahasiswa saat ikut seminar nasional di FH Undana, Sabtu (13/4/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dekan Fakultas Hukum (FH) Undana Kupang, Yorhan Y Nome, S.H, M.Hum mengaku sedih ketika melihat berita di media massa menyebutkan NTT termasuk empat besar korupsi di Indonesia.

"Saya sedih melihat berita-berita yang kita ikuti NTT nomor 3 atau 4 korupsi di Indonesia. Walaupun NTT miskin," kata Nome.

Baca: 10 Desa di Manggarai Timur Jadi Pilot Project PPT, Ini Tujuannya

Dikatakannya, salah satu agenda era reformasi yaitu pemberatasan korupsi, karena korupsi bukanya berkurang malah semakin bertambah. Karena itu perguruan tinggi turut bertanggunjawab terhadap pemberantasan korupsi.

Baca: FH Undana Adakan Seminar Nasional, Ini Topik yang Mereka Bahas

Yorhan Nome mengaku, sebagai perguruan tinggi perlu terlibat mencari jalan terbaik memberantas korupsi. Undana berkomitmen menginisiasi pendidikan antikorupsi. Itu sudah dalam kurikulum.

"Semua mahasiswa wajib memprogramkan mata kuliah tersebut. Itu salah satu bentuk komitmen Undana untuk memberantas korupsi," kata Nome.

Baca: Pemkab Mabar Usulkan Rekrut 700 CPNS Baru

Fakultas Hukum (FH) Undana Kupang melaksanakan Seminar Nasional. Seminar yang mengusung tema Pemberantasan Korupsi di Indonesia itu digelar di Aula Vicon FH Undana, Sabtu (13/4/2018).

Ketua Panitia Seminar Nasional, Deby Fallo, S.H, M.Hum, mengatakan, tindak pidana di Indonesia semakin meningkat sehingga perlu ada upaya pencegahan untuk menekan angka korupsi.

Deby Fallo mengatakan, tujuan seminar untuk mengetahui peran TP4D dan peran LSM memberantas korupsi.

"Tujuan seminar ini untuk mengetahui peran dan Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daeraj (TP4D) dalam upaya pemberantasan korupsi pada era reformasi dan mengetahui peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di era reformasi," kata Deby Fallo. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help