PosKupang/

Ketua PHRI Minta Penerbangan Labuan Bajo-Australia-Timor Leste

Ketua PHRI Cabang Manggarai Barat (Mabar), Silvester Wanggel, memberi apresiasi atas terselenggaranya pertemuan trilateral economic coorpertion

Ketua PHRI Minta Penerbangan Labuan Bajo-Australia-Timor Leste
POS-KUPANG.COM/SERVATINUS MAMMILIANUS
Pertemuan trilateral negara sahabat di Labuan Bajo, Kamis (12/4/2018). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Cabang Manggarai Barat (Mabar), Silvester Wanggel, memberi apresiasi atas terselenggaranya pertemuan trilateral economic coorpertion, antara negara sahabat Indonesia, Timor Leste dan Australia di Labuan Bajo.

Baca: Belum Miliki Kantor Sendiri, Dishub Manggarai Timur Sulap Aula

Menurutnya, langkah nyata yang sebaiknya dilakukan untuk menindaklanjuti pertemuan itu adalah perlunya dibuka jalur penerbangan Labuan Bajo-Australia-Timor Leste.

Hal itu dinilai penting untuk mendukung pengembangan pariwisata dan investasi. Mengingat Labuan Bajo telah menjadi destinasi wisata dunia.

Baca: Dokter Rita Sebut RSUD Lewoleba Pantas Naik Status, Ini Alasannya

"Saya memberikan apresiasi atas pelaksanaan pertemuan trilateral itu. Apalagi kalau dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan. Pertemuan itu bisa berdampak baik bagi pariwisata dan ekonomi karena jarak antara ketiga negara itu dekat, sehingga harapannya perlu ada penerbangan dari Labuan Bajo ke Australia dan Timor Leste," kata Silvester kepada Pos-Kupang.Com, Kamis (12/4/2018).

Hal penting lain yang perlu dilakukan, khususnya oleh Pemerintah Indonesia adalah mengintensifkan promosi pariwisata kepada dua negara itu.

Baca: Fredy Ongko Bilang Orang NTT Belum Paham Soal Tol Laut

"Tingkat kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia cukup tinggi. Tetapi mereka lebih mengenal Bali dibandingkan Labuan Bajo. Sehingga harapannya, yaitu promosi tentang wisata Labuan Bajo ke Australia harus lebih digencarkan lagi," kata Silvester.

Kerja sama tiga negara itu di sektor pertanian juga menarik dan berdampak baik. "Sektor pertanian Australia sangat baik. Kita bisa caritahu bahwa banyak buah-buahan di Bali yang diimport dari Australia. Saya cukup tahu karena saya pernah berada di Australia. Kita harus pikirkan, bagaimana dengan kesiapan kita khususnya di NTT," kata Silvester. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis_Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help