Ini yang Dilakukan BNNP NTT terkait Penguatan Lembaga Rehabilitasi

i dalam rangka penguatan Lembaga Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi di Provinsi NTT.

Ini yang Dilakukan BNNP NTT terkait Penguatan Lembaga Rehabilitasi
pos kupang.com, gordi donofan
Peserta Rakor BNNP Provinsi NTT saat ikut kegiatan di Ruang Rapat BNNP Prov. NTT.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS KUPANG. COM | KUPANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT menggelar Rakor Penguatan Lembaga Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi.

Kegiatan ini dalam rangka penguatan Lembaga Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi di Provinsi NTT.

Kegiatan ini melalui Bidang Rehabilitasi BNNP Provinsi NTT bekerjasama dengan Direktorat Pasca Rehabilitasi pada Deputi Rehabilitasi BNN RI.

Siaran Pers yang diterima Pos Kupang, Selasa (10/4/2018) dari Humas BNNP NTT, Markus Raga Djara, SH.MHum, menyebutkan, kegiatan digelar Senin (9/4/2018) bertempat di Ruang Rapat BNNP NTT.

Kegiatan itu berupa Rapat Koordinasi Program Pada Institusi Pelaksana Pasca Rehabilitasi, dengan menghadirkan beberapa Narasumber utama dari Direktorat Pasca Rehabilitasi pada Deputi Rehabilitasi (dr. Amrita Devi, SP.Kj.MSi / Kasubdit Penguatan Lembaga Pasca Rehabilitasi pada BNN RI yang memaparkan materi ttg "Peran Serta Instansi Pemerintah dan Komponen Masyarakat Dalam Pelaksanaan Layanan Pasca Rehabilitasi".

Narasumber kedua yaitu, dr. Yoseph Yody.S.MH. / Kasie. Produktivitas pada BNN RI memaparkan materi Ttg " Peran Serta CSR Dalam Peningkatan Layanan Pasca Rehabilitasi dan Narasumber daerah Kepala BNNP NTT yg diwakili oleh Kasubag. Perencanaan BNNP NTT (Hendrik J. Rohi. SH) memaparkan materi ttg " Kebijakan Rehabilitasi Berkelanjutan BNNP NTT.

Pemateri Terakhir Kabid. Rehabilitasi BNNP NTT memaparkan materi Pelaksanaan Pasca Rehabilitasi di BNNP NTT"

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BNNP NTT yg di wakili oleh Kabag. Umum (Anwar Gemar.S.Sos) dan didampingi Kabid. Rehabilitasi BNNP NTT ( Johni Didok.SH).

Dalam sambutan Ka. BNNP NTT memaparkan kondisi masyarakat NTT dan juga jumlah pecandu / penyalah guna yang sudah di rehabilitasi oleh BNNP NTT maupun mereka yang melaporkan diri untuk direhabilitasi, termasuk kendala-kendala yang dihadapi oleh Bidang Rehabilitasi BNNP NTT.

Seperti pada Tahun 2017 yang baru mendapatkan Layanan Terapi dan Rehabilitasi 24 orang dari target 240 orang demikian juga dengan pelayanan Pasca rehabilitasi melalui pasca rehabilitasi reguler, rawan lanjut, dan melalui rumah damping baru menjangkau 41 org residen dari Target 280 org residen, sehingga di butuhkan kerjasama dengan BNN Pusat dan Instansi Pemerintah / swasta maupun komponen masyarakat.

Selanjutnya dalam Laporan Panitia yang dibacakan oleh Kepala Seksi Pasca Rehabilitasi / Ketua Panitia (Marcel Openg, SH.) bahwa tujuan kegiatan ini adalah : pertama utk membuka jejaring, relasi dan mitra kerja dengan instansi pemerintah / swasta maupun Komponen Masyarakat yang merupakan perpanjangan tangan membantu BNNP dalam memaksimalkan program layanan Pasca Rehabilitasi.

Kedua untuk menyamakan persepsi dan pemahaman yang sama (sinkronisasi) layanan pasca rehabilitasi di instansi pemerintah dan swasta serta komponen masyarakat.

Ketiga untuk mengetahui sejauhmana masalah utama dalam pelaksanaan layanan pasca rehabilitasi di lapangan sehingga forum ini diharapkan dapat mencari akar permasalahan sekaligus menghasilkan solusi dalam permasalahan tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 org peserta dengan rincian 3 orang dr BNNP NTT, 2 orang dari BNN Kota Kupang dan 15 orang dari Instansi pemerintah / swasta / komponen masyarakat. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved